Isi Blog
- DAPUR-KU (62)
- Warung Kopi-ku (25)
- ANAKKU BUAH HATIKU (22)
- CERITA-KU (13)
- JALAN-JALAN (12)
- LINGKUNGAN HIDUP (8)
- DAPUR KARIN (5)
- Video Keluarga (1)
Rabu, 01 Februari 2012
Nasi Lemak Dadakan
Selasa, 13 Oktober 2009
Art day
Kasian juga melihat dia hampir menyerah menatapi buku pelajarannya, daripada dia give up trus ngeluyur ke depan TV dan besok jadi kacau ulangannya, aku turuti permintaannya. Dan akupun hanyut dalam keasikkan coret sana-coret sini. Banyak sekali ide-ide gambar yang dia ajukan untuk kubuatkan gambarnya. Padahal bisa-bisa amat juga ngga ini mamahnya menggambar... kemampuan menggambarku apalagi yang berhubungan dengan anatomi manusia dan hewan minim sekali...hehehe
"Gambar Ade masak, mah!".
"Wah, ada cupcake-nya...ayo kita bikin cupcake beneran, mah!". Yang satu ini tidak aku turuti karena hari sudah malam dan kapan mau melanjutkan pelajaran-nya ?!?
"Gambar Ade sama Yoda, mah! ...Yoda-nya ga seperti itu, tapi seperti ini...mamah ga bisa gambar kucing ya???" ...
Ada Yoda lho di meja makan...
"Ade mau bikin baju kayak gini, mah!"Senangnya melihat dia senang, lalu anakku pun melanjutkan hapalan doa yang panjang banget untuk ulangan sekolah besok.
Kamis, 11 Juni 2009
Chocolate Chips Cookies
125 gr Mentega tawar
125 gr Brown sugar
50 gr Gula pasir (aku skip - kemanisan)
150 gr Terigu
50 gr Coklat bubuk
1 st Baking powder
1/2 st Garam
1 st Vanili
1 btr Telur ( yg baru keluar dari kulkas)
2 pak Chocochips
CARA :
Kocok Mentega, brown sugar dan gula sampai halus.
Masukan vanili dan dark cooking chocolate yg sudah dicairkan dan telur, kocok rata.
Campur terigu, coklat bubuk,baking powder dan garam di mangkuk, kemudian campurkan ke adonan mentega.
Terakhir masukan chocochips.
Siapkan loyang yg sdh dioles mentega, letakan adonan dengan jarak yang tidak berdekatan.
Panggang dalam oven 170derajat 18 menit.
Notes:
Ukuran cookies sesuai selera...kalau selera Karin 1 sendok makan penuh dan ukuran cookies lumayan besar jadinya..."Biar laku dijual!", katanya.
Jumat, 05 Juni 2009
Telur Masak Santan

4 butir Telur
3 siung Bawang Merah, iris halus
1 siung Bawang Putih,iris halus
1 btg Daun Bawang, iris 1 cm
1 buah Cabe Merah, iris serong.
1 cm Lengkuas (skip aja klo ga ada)
1 lbr Daun Salam (skip jg gpp)
1 gelasSantan (pake Kara+air :)
1 sm minyak untuk menumis
Garam Merica secukupnya
Senin, 15 Desember 2008
Family Tree

Mereka merasa bagaikan mendapat durian runtuh (kata mereka) ketika diajak ke Jakarta, mereka yang tinggal di daerah terpencil di Sulawesi yang karena jauh jaraknya sekitar 6 jam perjalanan dan juga mungkin karena faktor ekonomi membuat mereka jarang pergi ke ibukota provinsi , tiba-tiba diajak ke ibukota negara...ucapan syukur tidak pernah putus diucapkan disetiap cerita-cerita polos mereka.Walaupun hanya sempat menginap di rumahku 1 malam saja tapi banyak cerita yang kudapat dari para sepuh ini, terutama keterkaitan mereka dengan suamiku dan anak-anakku tentunya. Mereka bercerita tentang kehebatan kekeluargaan di kampung mereka, bagaimana nenek-nenek mereka menjaga kampung halaman yang damai sampai sekarang dan aku telah melihat sendiri kebenaran ucapan mereka waktu menghadiri acara reuni akbar keluarga besar yang digelar disana.
Kakek mereka adalah seorang pemimpin besar yang memiliki anak cucu banyak sekali dari 4 orang istri yang hidup rukun berdampingan bertetanggaan di satu kampung, yang sangat-sangat tidak mungkin dilakukan oleh para pemimpin sekarang..ahh jadi ngelantur :)
Dulu sewaktu kami masih pacaran, suamiku pernah cerita setiap mereka liburan ke kampung, mereka tidak bisa menolak harus mendatangi ke rumah 4 nenek-nenek mereka dan harus makan disetiap rumah panggung yang mereka datangi. Hingga kini turunan mereka (termasuk suamiku) hidup menyebar di seluruh belahan bumi ini, dan mereka tetap merasakan ikatan kekeluargaan itu.
Lain dengan keluarga dari pihakku yang tidak terlalu banyak jumlahnya sehingga aku masih dapat mengingatnya dan masih bisa menceritakannya untuk anak-anakku mulai dari generasi mbah buyutku :) Aku berencana akan menanyakan data keluarga besar suamiku, dan ingin menyusulkan untuk dibuat dalam bentuk family tree dan mungkin bisa lebih canggih lagi dibuatkan website keluarga, agar kami mudah menerangkan kepada anak-anak karena keluarga suamiku sangat-sangat keluarga besar yang anggotanya sangat-sangat banyak, sehingga sangat-sangat susah untuk mengingatnya di kepalaku yang kadang mengalami short memory lost alias mulai pikun...ha3 :)
Semoga generasi kami tetap dapat menjaga silaturahmi sehingga ikatan kekeluargaan tetap terjaga dan bisa diturunkan ke anak-anakku...agar mereka mengetahui akar turunan mereka dan mengenal generasi-generasi sebelum mereka dan anak-anakku harus bangga menjadi bagian dari itu.
Kamis, 11 September 2008
~ WALL- E ~ by: Kharis Riza
Wall-e is the last Robot on earth. His job is to protect the earth from Global Warming. One day he saw a plane fall from the sky. He and his friend cockroache, get to see the plane. And then another Robot came out from the plane. It's a girl, her name is Eva. Eva's job is to find a living things. Like plants,animals.
Wall-e wanted to make friend with Eva. But, Eva is very sensitive. She shot Wall-e with her gun.But it miss. Wall-e was scared and ran away.
Wall-e still looks at Eva. He went to his home with Eva. In his home, he had a lot of things. One day, he found a plant. He took it and give the plant to Eva.When Eva saw it, she take the plant into her stomach, and she suddenly freeze.
The next day, a plane fall from the sky. And took Eva. Wall-e wanted to come too. When the plane arrived on the city on the other space.
Eva want to give the plant to the captain. But the plant was gone. Another Robot took the plant when Eva was freeze.
Wall-e did take the plant back and the captain see it. The captain was surprised. And they came home to earth.
Someday he's gonna smile to see this...Mummy always pround of you, dear !
Jumat, 29 Agustus 2008
Cupcakes
Sebulan yang lalu aku dan keluarga jalan-jalan di sebuah Mal di Jakarta Pusat. Karin anak perempuanku tiba-tiba berhenti di sebuah boot yang menjual cupcakes. Bentuk dan warna-warnanya sangat menarik. Dia merengek minta dibelikan, selain dia sebenarnya akupun ingin juga mencobanya. Kami belilah 2 buah dengan hasil pilihan yang cukup lama karena semua kelihatan menarik.. mau dibeli semua busyet mahal sekali @Rp 15.000!Dengan desain box packaging yang bagus Karin senang menenteng cupcakesnya, "Ade ga mau makan sekarang..sayang ah!",katanya.
Tapi di mobil dalam perjalanan pulang dia sudah tidak tahan, akhirnya kami nikmati juga 2 buah cupcakes itu.
Merasa tidak puas Karin ribut setiap hari minta dibuatkan cupcakes...Alamak macam mana pula ini! Aku belum pernah buat cupcakes walaupun punya cetakannya (yang kubeli dari acara diskon di supermarket he3..)Aku buka-buka buku catatan ada resep cake dari ibuku dan kurasa bisa kupakai.
Adonan sedang di dalam oven dan sedang mengembang bagus, telpon mendering. "Lagi ngapain,win?" suara ibuku. Wah pas nih..aku mau sok pamer. "Buat cupcakes pakai resep cake mamah!" ...Suara ibuku kembali terdengar, "Oh..ditambahin ga terigunya 1 sendok makan, karena kalau ga nanti bagian tengahnya bakal turun!"
What!!! Nasi sudah jadi bubur..eh adonan sudah jadi kue!!!
Aku dan anakku duduk di depan oven menyaksikan kue yang mulai berwarna coklat dengan bagian tengahnya yang tadi membumbung mulai melempes,sambil menghibur diri ga pa pa deh tengahnya turun.. "Kan baru pertama kali bikin mah!" kata Karin,aku hanya tersenyum.
Ibuku sempat kasih resep praktis untuk hiasan atas cupcakes sebelum tutup telpon , hanya kocok margarin dan gula halus dengan perbandingan yang sama..Pesannya,"Kalau ga suka buang aja waktu makannya nanti!" (habis kalian ga punya bahan-bahan lainnya sih!!!).
Saat menghias dengan Icing Sugar ala kadar, kami berdua sibuk ingin buat bentuk ini dan itu. Karin mengeluarkan simpanan coklat dan permennya, untuk tambahan hiasan cupcakes-nya.Kami berdua sangat puas dengan hasilnya, apalagi setelah suamiku dan anak lelakiku mencicipi dan memuji.. "Eunak Tenan!"
ps: Keesokan paginya cupcakes sisa kami bawa untuk bekal piknik ke puncak!
Rabu, 20 Agustus 2008
17-an....Merdeka !!!
Setiap tahun warga kompleks tempat tinggalku selalu merayakan Hari Kemerdekaan dengan mengadakan perlombaan-perlombaaan yang selalu dinantikan oleh anak-anak.Anak-anakku tidak pernah mau diajak jalan-jalan setiap tanggal 17 Agustus, padahal tahun ini waktunya long week end, sepertinya mereka tidak mau ketinggalan acara perlombaan dan kumpul-kumpul dengan teman-teman mereka.
Anak perempuanku adalah makhluk lucu yang paling heboh, dia selalu ingin mengikuti semua perlombaan yang ada, lomba bawa kelereng, lomba makan kerupuk dll. Untung di kompleks tidak ada lomba panjat pinang...tidak kebayang kalau dia mau ikutan juga hahaha....Tahun ini sepeda yang sudah dia hias dari 3 hari sebelumnya malu untuk dia goes karena ternyata anak perempuanku peserta yang paling besar diantara semua peserta, dengan muka sedih dia relakan sepeda hiasnya dibawakan oleh sepupunya, dari pada sia-sia hasil karyanya kalau tidak ikutan lomba ;)
Panasnya cuaca tidak pernah menyurutkan kegembiraan mereka, padahal perlombaan diadakan dari siang sampai sore hari. Sometime kalah menangpun tidak jadi masalah...tertawa ceria itulah yang mereka lakukan.
Sedangkan anak laki-lakiku agak pilih-pilih lomba yang mau dia ikuti, lomba makan kerupuk adalah favorit-nya dengan teori-teori baru seperti "Ulurkan lidah biar gampang untuk menggigit, lalu tarik krupuk dengan sekencang-kencangnya sampai melepehkan krupuk biar cepat habis dan tidak batuk" kata-nya. Tahun ini dia mendapat juara II...yeah, no problemo... lumayan dapat krupuk gratis...
Malam harinya, warga gathering di taman kompleks selain acara pembagian hadiah perlombaan dan berdoa bersama...acara makan-makan adalah acara seru yang ditunggu-tunggu. Sumbangan dana warga tahun ini lumayan banyak selain bisa untuk hadiah dan sewa tenda ternyata panitia bisa menyediakan kambing guling dan sate ayam yang lumayan banyak. Sudah menjadi tradisi tahunan para ibu akan membawa makanan untuk dinikmati bersama-sama. Tahun ini dan seperti tahun-tahun sebelumnya menjadi tradisiku juga membuat..."Caserole Roti" lapisan putih roti dan lapisan merah saos tomat melambangkan bendera merah putih kita...MERDEKA!PS: Resep Caserole Roti
Bahan :
Roti Tawar 12 lembar
Telur 3 butir
Susu 75 cc
Keju parut
Garam
Saos :
Bawang Bombay 1 buah
Tomat 3 buah
Pasta tomat 2 sm
Minyak makan 2 sm
Garam,Merica, Origano secukupnya
- Tumis bawang bombay, masukan tomat,pasta tomat,garam,merica. Beri sedikit air, masak sampai agak kental, tambahkan origano.
- Kocok telur, susu dan garam.
- Celup roti diadonan telur, susun di pirex yang telah dioles margarin, olesi saos tomat , dan ulangi lagi sampai menjadi 3 lapis, terakhir taburi keju parut.
- Panggang 35 menit panas 180 derajat.
Jumat, 08 Agustus 2008
What They Want to Be.


Hanya sekali diberitahu si bungsu-ku langsung bisa, dan langsung berkreasi membuat sarung handphone-nya. Koleksi kain Quilting-ku pun jadi sasarannya, karena si bungsu-ku tidak puas hanya membuat satu buah sarung...belum lagi ada yang salah gunting, salah ukuran bahkan salah jahit. Tapi demi kreativitas anak, akupun membiarkannya. Siapa tahu kelak si bungsu-ku bakal jadi designer terkenal, Amin.
Aku jadi ingat 2 hari yang lalu, aku mengunjungi teman-temanku di kantor tempatku bekerja dulu. Bernostalgia "makan siang" di kantin kantor dengan teman-temanku mengasikkan juga. Sewaktu kembali ke kantor di lantai 12, di dalam lift ada bapak-bapak asik berbicara, rada keras juga sih tapi tidak mengganggu karena pembicaraannya menarik juga untuk didengar. "Yah,menurut saya kalo anak punya bakat...biarin aja, jaman sekarang mah jadi penyanyi lebih bagus penghasilannya daripada kerja kantoran!" katanya. "Wah..saya setuju itu bidang entertaiment lebih bagus!", bapak yang berkemeja kotak-kotak dengan dasi biru ikut angkat bicara. Temannya yang dua orang lagi hanya mengangguk-anggukkan kepala mereka tanda setuju.
Kemudian bapak yang berbicara pertama kali tadi yang kelihatan lebih tua diantara mereka, mengatakan:"Nanti kalo anak saya mau memilih bidang yang dia sukai saya akan biarkan saja, saya akan dukung dia, kalo pun dia pilih tidak mau kuliah yah..biarkan saja".
Tidak mau kalah salahsatu dari bapak yang mengangguk-angguk tadi mengatakan:"Kalau anak kuliah itu kan butuh biaya, selesai kuliah harus cari kerja dulu untuk cari uang. Anak yang tidak mau kuliah tapi mau kerja dengan bakat yang dia punya, ya jelas untuk cari uang juga, jadi saya setu..."cling" (bell lift berbunyi),...ju!
Aku harus turun dilantai 12, sambil melangkah keluar lift aku tersenyum-senyum berterimakasih dalam hati...pembicaraan mereka memberi masukan baru untukku. Thank's guys!!!
Seminggu yang lalu, aku dan adik perempuan-ku sibuk memegang buku Safir Senduk tentang perencanaan biaya pendidikkan anak sampai mereka kuliah nanti. Kami coba menghitung sampai keluar biaya yang harus disisihkan setiap bulannya...ck ck ck! Padahal sudah ditambah tabungan yang ada dan asuransi yang nanti bakal keluar tetap saja biayanya besar...stress juga mikirinnya!
Tadi pagi ibuku menelpon, seperti biasa bertanya aku lagi ngapain? Masak apa hari ini? Anak-anak gimana? Perhatian yang tidak pernah lepas dari beliau ;)
Aku pun langsung bercerita apa saja yang aku lakukan seminggu ini, tentang anakku yang sudah bisa menjahit, tentang aku dan adikku yang berhitung-hitung dan tentang cerita bapak-bapak di lift...Sebelum menutup telpon beliau berkata: " Menabung itu perlu tapi tidak perlu terlalu memaksa diri, anak-anak perlu sekolah tapi tidak perlu memaksakan yang diluar kemampuan kita dan mereka, yang penting jangan memaksa kehendak kita pada mereka"
Malam ini sepertinya aku akan mimpi indah, beban pikiranku semakin meringan bahkan tidak menjadi beban lagi...Aku akan bermimpi anak-anakku selalu bahagia dengan apapun pilihan mereka...dan mimpiku akan jadi kenyataan, Amin.
Rabu, 09 Juli 2008
Low Budget "School Holiday"
Saat orang-orang sibuk merencanakan liburan, pada saat itu akupun ikut sibuk mencari berbagai alternatif untuk liburan sekolah anak-anak. Agak telat sih... jadi harga tiket pesawat dan hotel sudah keburu mahal...boro-boro ke luar negri, domestik saja harganya selangit. Banyak alternatif liburan murah meriah, tapi kalau ditotal-total budget-nya sama saja sebenarnya karena tetap berat di bensin...eh ongkos. Dan karena suamiku juga tidak ada cuti dari kantor, kami hanya punya waktu saat week end saja untuk berlibur, jadi saat week day anak-anakku habiskan bermain di rumah seperti yang aku lakukan waktu kecil dulu...main sepuasnya, boleh tidur larut malam dan yang menyenangkan buat mereka adalah semua aturan di rumah agak kendor...mudah-mudahan tidak keterusan! ;)
We had a great time there !...dan kami sempet-sempetnya pulang kerumah ambil mainan yang ketinggalan sangking dekatnya itu hotel ;)
Dasar anak kota, ekspresi anak-anakku acak kadut antara mimik curious, senang dan sedikit takut dengan sapi, ulet dll dan juga geli karena tanah yang menempel di kaki mereka.
Berhubung hotel di Bandung penuh, booking-an last minute mana mungkin dapat sih...Kecuali hotel berbintang...tapi ini kan liburan Low Budget bok !
Kami meneruskan perjalanan ke Garut, cari hotel gratisan aja di rumah nenek-nya anak-anak...hahaha, dan biasanya anak-anak senang naik delman dari rumah nenek-nya ke pasar belanja oleh-oleh dodol Garut untuk teman-temannya disekolah...kembali Budget masih masuk...asik!
Tempat murah meriah banyak disana, anak-anak berenang di Cipanas,Garut. Walaupun kolam renangnya sangat-sangat tidak standar water treatment-nya (sangat disayangkan!) dan mandi bersih setelah berenang sangat disarankan... tapi anak-anak tetap happy!
Dan yang paling menyenangkan dalam perjalanan pulang ke Jakarta, kami sempat mampir di arena balapan burung merpati di hamparan sawah yang telah dipanen . Melihat warga kampung bermain dengan burung-burung merpati peliharaannya, padahal jam 3 matahari lumayan masih terik dan kulitpun sudah terlihat mulai menggelap, tapi suami dan anak-anakku masih betah melihat burung-burung merpati terbang dengan kecepatan tinggi datang menghampiri pasangannya yang dipegang oleh sang joki. Dan ilmu baru aku dapat, ternyata merpati menganut Monogamous sejati, dia tidak akan berganti pasangan..stay faithful !.Mungkin aku akan bermain "Perawatan Tubuh", buka spa di rumah...melulur badan dan bergenit-ria dengan anak perempuanku.
Atau aku akan ajak anak-anak mendirikan kemah dari sprei di ruang tamu dan berBBQ-ria di taman belakang...I think thats a good idea for a very very Low Budget School Holiday ;)
Minggu, 22 Juni 2008
HARI MINGGU
Hari Minggu si mbak (pembantu) di rumahku libur , setiap harinya si mbak bekerja 10 to 6 seperti jam kerja kantoran, datang jam 10 pagi dan pulang jam 6 sore. Biasanya hari Sabtu pekerjaan agak santai karena kita-kita suka pergi malam mingguan. Jadi Sabtu sore si mbak sudah bersih-bersih rumah rada extra. Jendela-jendela dilap,kamar mandi disikat dan sprei-sprei diganti...Belanja sayuran biasa dia lebihin untuk persediaan aku masak di hari Minggu. Ohya..dalam rangka penghematan aku jarang pergi belanja ke pasar, tiap hari aku titip si mbak...untuk menghindari penyakit laper mata yaitu apa yang dilihat mau dibeli, budget pasti membengkak kalau aku yang belanja.
Hari Minggu ini, aku mau masak yang super praktis...bukan cuma cara masaknya yang praktis tapi bersih-bersih perabot sesudahnya harus sepraktis mungkin...uhh pekerjaan yang paling tidak aku suka adalah mencuci piring, panci dan teman2nya!
Hari Minggu makan Rice Bowl adalah ideku untuk menu minggu ini. Dalam 30 menit Chicken Rice Bowl siap di meja...alat-alat yang kupakai 1 wajan, 1 telenan, 1 pisau, 1 mangkok dan 1 baskom cuci sayuran... Urutan pekerjaanku: Pertama, kumasak nasi di rice cooker, lalu kutumis caisim, terakhir kumasak ayam dengan wajan yang sama. Makanan dari wajan langsung kusaji di mangkuk...nasi dengan tumis caisim dan ayam saos tiram diatasnya... Ayo makan !!!
Hari Minggu siang, selesai makan aku hanya mencuci 4 mangkok, 4 sendok dan 4 gelas...benar-benar praktis ;)
Selasa, 10 Juni 2008
GODOK ???
Mau buat roti, ga punya fermipan dan terigu hanya sisa sedikit di lemari...mau buat pisang goreng ga ada pisangnya (hahaha...).
Dengan modal 250gr Terigu+1/4 st Soda kue, 1butir Telur dan 2buah Wortel yang diparut kasar, ditambah bumbu Bawang merah&putih yang diuleg halus dengan Garam dan Merica, kemudian diaduk rata dengan 150ml Air... jadilah goreng-goreng ini.
Dalam bahasa "kampung-pinjaman"ku (tempat aku numpang tinggal waktu kecil)... goreng-goreng ini disebut Godok Asin dan cara membaca Godok harus dengan logat Padang bukan logat Sunda !!!
Jangan kaget kalau lihat foto Karin yang sedang menggigit Kodok... ehhh... Godok yang kelihatan seperti Kodok, dari 1 piring Godok yang siap disantap tidak ada bentuknya yang sama dan kebetulan Karin dapat yang seperti itu :D
Kamis, 17 April 2008
MASA PUBER
Banyak bentrokan-bentrokan kecil antara aku dan anak-ku, dia mulai tidak menurut tidak mau dikasihtau...melawan sih tidak tapi, senjata terakhirnya "terserah apa kata mamahlah". Biasanya masalah diseputar disiplin, tugas sekolah, jadwal makan yang selalu ditunda-tunda (dia susah untuk urusan makan).Kadang aku kesal dan sebagai hukuman aku cabut semua fasilitas kesenangannya...main PS atau nonton channel kesukaannya. Sering dia balas dengan ambekkan banting pintu kamarnya dan aku terdiam sambil menggeleng-geleng kepala.
Malam hari, waktu dia sudah tertidur sering aku tatap muka-nya...ya ampun muka bayinya masih ada disitu. Menyesal juga aku telah memarahinya. Tapi kejadian akan berulang lagi keesokan harinya.
Aku banyak bertanya pada teman-teman dan baca artikel tentang hal ini, banyak masukkan aku terima. Anak-anak tidak salah karena mereka juga bingung merasakan semua perubahan-perubahan yang terjadi dalam dirinya. So we are as a parent yang harus mencoba mengerti keadaan dan perasaan mereka.
Artikel ini menarik untuk dibaca http://www.tabloid-nakita.com/Khasanah/khasanah08388-02.htm
Next,I will try to be my son's Friend and a better Mom for him !
Senin, 25 Februari 2008
TUGAS SEKOLAH
Beberapa hari yang lalu anak-ku dapat tugas sekolah dadakan, sebenarnya tugas kelompok tapi karena teman2nya tidak dapat mengerjakan bersama-sama, akhirnya Karin berinisiatif sore itu bertanya ke guru BimBel (Bimbingan Belajar). Malamnya dengan catatan ditangan Karin menyetik hasil diskusinya di laptop.
Waktu menunjukan jam 8.30 berarti 1/2 jam lagi waktunya untuk tidur. Aku menawarkan diri untuk membantu menyelesaikan tugasnya. Karin dengan senang hati mengiyakan tawaranku dan ambil ancang-ancang untuk tidur.
Aku mulai membaca pertanyaan2 di tugas sekolah tersebut yaitu tentang Pemanasan Global, Efek Rumah Kaca dan Pencemaran Lingkungan.
Pada bagian tentang Pemanasan Global Karin menulis cukup bagus tapi tetap menurutku masih kurang, info dari guru BimBelnya kurang lengkap. Tapi kata Karin tidak perlu panjang-panjang bahasannya nanti guru di sekolah tidak percaya kalau tugas tersebut Karin yang mengerjakan (?!?!?)...OK lah aku setuju dengan pendapatnya.
Lanjut kebahasan ke dua tentang Efek Rumah Kaca, ku-intip catatannya...bola mataku terasa mau copot dari tempatnya (..ha3 ungkapan kalau kita kaget dan tidak percaya).
Penasaran ku-baca ulang...Efek rumah kaca adalah kondisi buruk yang disebabkan oleh banyaknya dibangunnya gedung2 tinggi yang memakai kaca di dindingnya... " what ?!?! "
"Bener dong mah" kata Karin "Kata guru BimBel begitu !!!" sambungnya.
Ada yang tidak benar ini, tapi susah juga kalau aku ngotot memberitahunya. "Kita search di internet sama-sama yuk!".
Kami menemukan disalah satu website yang menerangkan bahwa Efek Rumah Kaca adalah
Energi panas Matahari yang diterima Bumi harusnya dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, lalu dikembalikan ke permukaan bumi lagi sehingga bumi menjadi panas.
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar lainnya.
Akhirnya Karin mengerti juga...dan karena matanya sudah tidak bisa menahan kantuk dia minta izin untuk tidur. Dan memohon supaya besok pagi tugasnya sudah ada di meja ( ?!?!? )
Akhirnya aku mengerjakan tugas Karin dengan sistem Copy Paste alias comot sana comot sini, tapi sebagian besar aku ambil dari artikel di blog-ku ini.
Pagi hari di samping piring sarapan pagi aku sudah letakkan tugas sekolahnya...Karin senang karena tugasnya aku buat dengan huruf sesuai pilihannya dan dengan huruf berwarna-warni seperti warna bunga bunga di taman...dan di lembar Judul tertulis nama kelompok SAKURA (aku ga tau Karin pilih sendiri nama itu atau guru-nya yang kasih).
Yang pasti tugas aku buat 2 set copy-an, satu untuk di kumpulkan di sekolah dan satu lagi untuk guru BimBel yang menurutku harusnya lebih tahu banyak lagi tentang pengetahuan umum !.
Sabtu, 23 Februari 2008
KIDS JOKES
Aku tersenyum geli membaca tulisan tentang "kelucuan2 anak-anakku",antaranya
Joke I. Mas Kharis si Raja Romantis.
Kharis : Mas dak mau krupuknya !
Mamah : Kenapa?
Kharis : Krupuknya dak romantis !
Mamah : ?!?!? kenapa dak romantis sayang?
Kharis : Abis gosoooong *!
*Romantis = Putih, bagus, cantik.
Dak Romantis = Hitam, gosong, jelek.
Joke II. Tinggian yang mana ?
Karin : Mah, mana yang tinggi Allah atau Mesjid?
Mamah : Pasti Allah dong...karena Allah itu Maha Besar
Karin : Kasian ya Allah kejedut dong...
Karin : Kan mesjid rumahnya Allah.
Mamah : Astaghfirullah anakku :)
Waktu itu Karin sekolah di TK Al-Azhar baru dapat pelajaran ttg sifat-sifat Allah.
Joke III. Bunyinya...
Kharis : dek, kucing bunyinya kayak apa ?
Karin : Meong..meong
Kharis : Kalo anjing ?
Karin : Guk..guk...guk
Kharis : Kalo sapi ?
Karin : Saaaa piiiii....
................. Ha ha ha ...............
Dijamin anak-anakku akan tertawa nanti kalau mereka baca tulisan ini.....what a funny story they have !
Rabu, 20 Februari 2008
CHEF KARIN
Karin : "Mah, ade mau bikin kue dong!".
Karin : "Resepnya yang mamah pernah catetin ini kan?".
Aku meng-iya-kan dari ruang sebelah, Catatan resep sengaja aku tempel dekat kompor jadi kapan dia mau buat lagi mudah mencarinya.
Karin anak perempuanku (10 tahun kurang sebulan) memang suka coba-coba memasak sendiri. Kadang dia membuatkan teh untukku dan papah-nya, atau masak nasi goreng untuk dia makan sendiri walaupun bahannya hanya nasi, margarin, telur dan kecap.
Biasanya aku hanya mengawasi dari jauh, "Ade bisa mah, Ade kan mau mandiri!".
Tapi aku tidak mengizinkan dia untuk mendekati kompor jika aku tidak ada di rumah.
Semua masakannya selalu dia hias waktu disajikan. Kreatifitas-nya boleh dipuji. Sepertinya sebentar lagi she'll taking over my job as a home chef....
Minggu, 17 Februari 2008
QUALITY TIME
Sering kita dengar orang berteori tentang kebersamaan orang tua dengan anak-anak “Yang penting adalah Quality bukan Quantity”. Mungkin kadang untuk sebagian orang hal ini terdengar seperti pembelaan diri atas kesibukan extra mereka.
Aku dan suami adalah orang yang mendukung teori “Yang penting adalah Quality bukan Quantity”... walaupun tidak 100% , karena keberadaan kita didekat mereka tetap sangat anak-anak butuhkan. Berangkat pagi dan pulang malam, badan capek terkadang ingin langsung istirahat atau anak-anak sudah tidur duluan sebelum kita sampai rumah adalah kejadian yang sering dialami orangtua yang bekerja penuh waktu yang kantor dan rumah berjarak jauh.
Karena kami merasa anak-anak membutuhkan Quality dan Quantity Time, maka aku dan suami berbagi tugas Quantity time adalalah bagianku Quality time bagian suamiku. Bukan berarti kebersamaanku dengan anak-anak tidak berkualitas dan bukan juga menjadikan suamiku tidak meluangkan cukup waktu untuk anak-anak. Suamiku adalah seorang pekerja yang super sibuk, dan juga punya kegiatan lain yang padat. Tapi itu tidak menjadi ganjalan untukku karena dari awal pernikahan suamiku sudah seperti itu...aku punya sebutan untuknya “Manusia kreatif yang super aktif”.
Dulu sewaktu anak pertama kami masih bayi, karena pekerjaan suamiku tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah, jadi aku dan anakku yang datang ke kantor bahkan kadang sampai menginap , tidur di sofa yang ada di ruang kerja suamiku. Selain aku pribadi sering merindukan dia, yang pasti dia juga merindukan anak & istri-nya.
Setelah lahir anak kedua aku tidak pernah melakukan itu lagi, maksudku tidur di sofa kantor. Tapi kami sering menemani suamiku bekerja sampai malam di kantor-nya, anak-anak selalu membawa mainan mereka dan suamiku akan ikut bermain bersama disela-sela pekerjaannya. Jika anak-anak sudah mengantuk kami akan pulang bertiga karena suamiku tetap harus melanjutkan pekerjaannya.
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, anak-anakku sudah mulai besar, mereka mulai punya kegiatan lain selain kegiatan sekolah...sekarang gantian suamiku yang ingin selalu ikutan dan menemani anak-anak dalam kegiatan mereka...efek timbal balik terjadi , apakah ini karena Quality dan Quantity kebersamaan semenjak anak-anak kecil ??? Ya, mungkin saja....
Dan aku sebagai ibu berharap keberadaanku di dekat mereka dapat memberi arti yang baik buat perkembangan mereka.
Selasa, 05 Februari 2008
ROTI SUSHI
Menurut para ahli, sarapan pagi adalah sesuatu yang wajib kita lakukan sebagai sumber energi untuk melakukan kegiatan mulai pagi hingga siang hari.
Sempitnya waktu di pagi hari, membuat kita para ibu bingung harus menyediakan makanan apa untuk sarapan anak.
Kadang sudah dimasakkan makanan yang “rada merepotkan” tetap saja mereka malas untuk menyantapnya.
Memberi tampilan lain dari makanan yang “biasa” ternyata menjadi senjata ampuh yg bisa diandalkan.
ROTI SUSHI ini salah satu contoh sederhana...seperti biasa roti dikasih mentega dan meises atau selai lalu digulung seperti shusi lalu dipotong-potong dan tusuk dengan tusuk gigi, dan komentar mereka: “ Wah, lebih enak ya mah rasanya!”.
Dalam hati aku tersenyum geli, sambil mencari-cari ide apa lagi untuk hari-hari berikutnya.
Minggu, 03 Februari 2008
Pewarna Makanan
TAHUKAH KAMU ;
Bahan tambahan apa saja yang sering digunakan pada jajananmu ?
Salah satunya adalah pewarna buatan. Pewarna buatan yang sering digunakan adalah rhodamin B (warna merah) dan methanil yellow (kuning). Padahal, keduanya biasa digunakan sebagai pewarna tekstil.
Sebenarnya ada pewarna alamiah yang lebih aman seperti kunyit, tapi karena dianggap kurang menarik apalagi untuk jajanan anak-anak, maka bahan tersebut tidak mereka gunakan.
Bahan pewarna buatan sangat berbahaya bisa memicu diare, alergi, sampai kanker dan kerusakan ginjal.
Anakku ; Sekarang kalian sudah tahu, jadi berhati-hatilah. Jangan memilih jajanan yang berwarna mencolok.
Orangtua & Sekolah ; Awasi selalu konsumsi jajanan anak, lebih baik memberi bekal yang disiapkan dari rumah.
Larang penjualan jajanan yang mengandung bahan Pewarna Buatan di sekolah & sekitar sekolah.






