Isi Blog

Tampilkan postingan dengan label JALAN-JALAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JALAN-JALAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2011

Ngopi di Singapura

Sebelum berangkat ke Singapura aku googling "the best coffee shop in Singapore", sederet nama kafe-pun keluar, tapi setelah berada disana daftar itu tidak terpakai, karena aku lebih sering langsung mampir saja di gerai-gerai kopi yang kebetulan aku lewati :)

Sarapan pagi di Toast Box dengan pilihan set menu secangkir kopi, sepotong roti dan 2butir telur 1/2 matang.. membuat mata "kinclong" alias segar dan siap untuk melihat-lihat display di shopping mall sepanjang Orchard Road.. "Window shopping aja nih mah!",kata anak gadisku yang baru saja merayakan usia teenager-nya (13 tahun) beberapa hari yang lalu :D
Berburu "The best Bagel in Town" adalah salah satu hobi-ku yang lain. Seorang keponakan memberi info kalau bagel di National Geographic Store di Vivo City "the best lah!".  Dalam rangka membuktikan kebenaran info tersebut jadilah sepanjang sore itu kami habiskan waktu di mall besar dengan view kearah pulau Sentosa. Dan ternyata tumbs up tuk bagel dan cream cheese-nya dan juga untuk suasana kafe di dalam  toko NG ini asik sekali. Duduk dikursi kayu dengan bacaan majalah NG dan dikelilingi foto-foto karya photographer NG yang dahsyat membuat kami betah duduk berlama-lama sambil menikmati setiap seruputan dari secangkir Latte untukku dan Cappuccino untuk suamiku.

After dinner coffee, agak berat sebenarnya tapi berhubung menemani si gadis remaja yang sedang menikmati dessert-nya di Nectarie le'Dessert Patisserie - Clarke Quay, aku pun meng-order secangkir Americano yang menurut pendapatku rasa kopi-nya so so lah.. tapi aneka kue-nya yummy!

Belum lengkap rasanya kalau ke berkunjung ke negara singa ini jika tidak mampir di IKEA, dan ternyata kopi di gerai snack-nya lumayan lezatoaroma dan rasa kopinya not bad.

Menanti waktu boarding dengan meneguk secangkir kopi di Spinelli-Changi sepertinya sudah menjadi ritual penutup perjalananku di Singapura :))

Note:
Aku bukan penggemar paper cup kecuali karena terpaksa untuk take away order, atau kadang aku juga lupa minta disajikan di cangkir kaca, tapi yaah.. apa boleh buat kalau gerai kopi hanya menyediakan gelas-gelas kertas :(

Minggu, 09 Januari 2011

BALI 1 : Berburu Sunset

Mira Lesmana pernah berkata: "You should see and feel the magic hour!" ... "Apa sih mbak the magic hour?", tanyaku ketika itu. Kira-kira begini jawaban sang Produser  Film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi: "Magic Hour dalam Cinematoghaphy (atau Golden Hour dalam Photography) adalah waktu 1 jam pada saat matahari terbit dan 1 jam pada saat matahari terbenam, pada saat perubahan waktu itu langit tampak berwarna kuning keemasan, tapi itupun tepatnya tidak berlangsung lama , hanya antara 20-30 menit sebelum matahari terbit dan setelah matahari terbenam". 

Saat refleksi warna emas matahari mengenai benda-benda semua terlihat indah... I think that's the magic hour means!

foto di lokasi shooting film Sang Pemimpi

Alhamdulillah, kebetulan awal tahun ini dapat rezeki liburan ke Bali ...dan karena selalu terngiang-ngiang kata-kata magic hour pada saat sunset.. hanya pada saat sunset lho karena ga mungkin ngerasain magic hour pada saat sunrise... (maklum keluarga kalong alias ga bisa bangun pagi!)... maka jadilah aku berburu si langit warna emas di sepanjang pantai barat pulau dewata ini.

Pantai Kuta
Mungkin untuk kebanyakan orang menikmati sunset di pantai ini sudah biasa. Alternatif lain kita bisa ke Discovery Shopping Mall, duduk di cafe menunggu sunset sambil minum kopi.
~~~

Pantai Dreamland
Terletak di daerah Jimbaran, pantainya tidak terlalu lebar. Sebenarnya suasana pantai lumayan bagus hanya jalan menuju pantai cukup melelahkan karena curam dan berbatuan dan sedikit kotor karena sampah dimana-mana, sepertinya belum dikelola dengan baik...
~~~
Pura Uluwatu
Pura yang berada di atas bukit batu karang di wilayah selatan pulau Bali yang menjorok ke samudra Indonesia, dan menurut pendapatku adalah tempat yang paling spektakuler untuk melihat sunset..



 The magic hour dapat kita nikmati sambil menyaksikan Tari Kecak yang berisi cerita drama tari Ramayana. Pertunjukkan dimulai jam 18.00 WITA dan harga tiket Rp 70.000,-/orang ... mungkin agak mahal tapi ga bakal rugi deh! :)

~~~

Tanah Lot
Pura yang berada diatas bongkahan batu ke tengah pantai. Ketika air pasang jalan menuju pura akan tertutup air laut. Terdapat 2 goa hampir saling berhadapan, goa Holly Spring (air suci) dan goa Holly Snake (ular suci menjaga pura)... sebelum menuju pura ada Art Market yang buka sampai matahari terbenam, sebaiknya jika ingin belanja oleh-oleh lakukanlah sebelum menikmati saat sunset di pantai batu sekitar pura, agar kita dapat melihat keindahan sunset dengan tenang :)


~~~
Note : 
Tentunya masih banyak lagi spot-spot indah di Bali untuk menikmati sunset, tapi sayang karena keterbatasan waktu dan cuaca jadi hanya 4 tempat yang  sempat aku datangi... mudah2an next time bisa ketempat lainnya, semoga! :)) 

Selasa, 05 Oktober 2010

Gunung Darajat Garut

Agak aneh rasanya, aku sering ke Garut tapi baru kali ini jalan-jalan ke gunung Darajat. Sudah sering dengar dan beberapa kali diajak tapi aku tidak pernah tertarik untuk pergi, mungkin karena rumah ortu yang nyaman untuk berleha-leha (nyantai) dan mungkin juga karena wangi masakan ibuku yang super duper TOP banget itu selalu memenuhi  udara dalam rumah..he3
Tapi setelah melihat pemandangan gunung Darajat, kita seperti berada di negeri diatas awan.. rasanya menyesal sekali kenapa ga dari dulu datang kesini... hamparan perkebunan yang subur, ada kawah gunung Darajat, hutan tropis dengan berbagai jenis pohonnya, merasakan kabut yang perlahan turun... ahh indah sekali.

Gunung Darajat  berada di kabupaten Garut – Jawa Barat, terletak sekitar 20 km sebelah barat Kota Garut, baru beberapa tahun ini dikembangkan menjadi obyek wisata. Akses jalan yang sudah bagus menjadikan daerah ini menjadi obyek wisata pemandian air panas alternatif selain di Cipanas-Garut.

Lapangan Uap Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Darajat adalah kerjasama Chevron Geothermal Indonesia Ltd dan Pertamina untuk ikut menopang peningkatan kebutuhan energi listrik di Indonesia. Salah satu sumber daya energi yang cukup melimpah di Indonesia adalah energi panas bumi. Sebagai negara yang banyak memiliki gunung berapi, Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki sumber daya energi panas bumi dalam kapasitas yang besar. 

Pemandangan yang indah membuatku ingin rasanya tinggal disalah satu rumah di perkampungan di kaki gunung ini.

Jadi ingat film favoritku "A Walk in the Clouds" yang dibintangi si ganteng Keanu Reeves itu lho.. Jika dilihat dari bawah sana, tempatku berdiri ini akan terlihat berada di awan, dan artinya aku sedang berjalan-jalan di awan..hahahaaa..

Sejauh mata memandang warna hijau muda menyelimutin permukaan tanah, ada tanaman kentang, kol dan sayuran lainnya. Walaupun senang melihat suburnya perkebunan itu, tapi ada rasa ngeri juga melihat kondisi lahan hutan yang dibabas habis untuk lahan bercocok tanam, bahaya tanah longsor bisa saja terjadi apalagi pada saat curah hujan yang tinggi (mudah-mudahan mereka selalu waspada).

Pada saat kami melanjutkan perjalanan menuju kawah Darajat sekitar jam 11 siang terlihat halimun/ kabut mulai turun.. sedikit spooky tetapi jauh dari rasa takut, dan aku bukan anggota pencinta alam yang suka naik gunung tapi  melihat pohon-pohon di hutan lindung ini membuatku merinding kagum.. sambil terus bergumam.. weitss cakep..cakep!

Melewati gerbang penjagaan kita akan ditanya mau kemana dan ada keperluan apa, (mungkin karena kita memasuki wilayah kerja Chevron Geothermal yang sebenarnya bukan untuk umum), tapi karena obyek kawah Darajat harus melalui jalan yang sama dengan jalur kerja  PLTPB ini, maka tidak banyak kendaraan yang boleh masuk, kondisi kendaraan harus baik karena akan melewati mendakian yang lumayan tajam. Dan kita akan  dimintai biaya (Rp 10.000/mobil) oleh pihak security untuk dana pengelolaan (walaupun tidak resmi), menurut mereka ini adalah kesepakatan antara warga dengan pihak perusahaan PLTPB dalam hal pengelolaan obyek wisata kawah Darajat.

Ini adalah sebagian dari tanda-tanda keselamatan yang kita temui, tapi jangan takut karena ada penjaga yang standby di dekat area kawah dan kita juga tidak mungkin diizinkan masuk jika kondisi area kawah tidak baik.

Kemanapun kita pergi jalan-jalan tujuannya adalah untuk bersenang-senang agar kita bisa selalu mensyukuri limpahan karunia yang kita terima. Alhamdulillah, anak-anak, bapaknya anak-anak dan tentunya (aku) ibunya anak-anak juga senang..
Si Curious boy senang melihat hal-hal menarik di alam terbuka, si bapak senang bisa main RC Landy -nya, si Sweetie senang jingkrak-jingkrak di padang rumput nan luas.. dan si ibu senang melihat semuanya senang :))


Rabu, 04 Agustus 2010

Duri Kota Kecil di Riau ( dari catatan Reuni Akbar Cendana Duri)

Dahulu Duri adalah kota kecil dikelililingi hutan Sumatera tepatnya di provinsi Riau dan lebih dikenal karena tambang minyak mentah-nya, sekarang  Duri telah berkembang pesat. Pencapaian ke kota kecil ini membutuhkan waktu 3 jam dari kota Pekanbaru dengan kendaraan, jalanan aspal-nya cukup bagus tapi sedikit memberi rasa takut ketika harus berselisihan dengan truk-truk pengangkut kayu balak dan sawit
 
  
          
Setelah lulus SMA 24 tahun yang lalu, aku dan teman-teman SMA-ku bertemu kembali di kota kecil ini untuk menghadiri acara Reuni Akbar sekolah kami. Ber-nostalgia mengingat masa kecil dan masa remaja kami, hidup di sebuah kompleks milik berusahaan minyak tempat orang tua kami bekerja.  Kehidupan yang jauh dari suasana hiruk pikuk dan kemacetan. Teman setia kami adalah panas terik matahari yang dulu tidak kami rasakan, tapi hari ini matahari rasa berjarak sejengkal dari ubun-ubun kepala. Tapi kota kecil ini tetap memberi wajah nyaman dengan semua keteraturannya...maklum kompleks perumahan perusahaan minyak ini semakin ketat menjalankan peraturan-peraturannya dibandingkan waktu dulu.

Angkatanku adalah angkatan ke 4 yang lulus dari sekolah SMA Cendana Duri, yang tahun ini merayakan 30 tahun berdirinya sekolah kami , dan Reuni Akbar  ini diadakan untuk 29 angkatan kelulusannya. CD'86 (demikian nama angkatan kami) termasuk peserta alumni  yang lumayan banyak kehadiran pesertanya.. memang angkatanku paling heboh, padahal umur sudah diatas kepala 4 semua.. tapi Alhamdulillah silaturahmi, keakraban dan kekompakkan kami masih terjaga hingga hari ini.



Bernostalgia di setiap sudut sekolahan sambil berkelakar tiada henti itulah yang kami lakukan selama 4 hari pertemuan kami. Dan bertemu dengan guru-guru yang sekarang sudah sepuh, mencium tangan mereka sembari mengucapkan terimakasih atas semua bimbingan mereka membuat dadaku dipenuhi perasaan bahagia, dan aku melihat guru-guru kamipun menatap kami dengan bangga dan bahagia.

Walaupun hidup di kota kecil di belantara hutan Sumatera, tapi kami tidak kekurangan fasilitas dan sarana rekreasi seperti yang dimiliki orang-orang di kota besar, seperti : kolam renang, lapangan golf, bowling dan lain-lain, dan Bowling adalah tempat favorite semua teman. Dulupun kami bisa nonton film di bioskop (Movie Theater) yang lumayan mewah untuk ukuran saat itu tetapi tidak ada pilihan film, hanya ada satu film yang diputar oleh perusahaan. 

Kami juga sudah makan Hamburger jauh sebelum M'c Donald masuk ke Indonesia (bahan-bahannya segar bukan frozen food dan rasa-nya jauh lebih enak!). 
Tapi makanan yang paling menyenangkan untuk semua anak Duri waktu dulu adalah makan buah nangka yang masih kecil yang disebut Cimbabal, buah ini bisa dibuat rujak bebek atau cukup dicocol garam,  sampai hari ini akupun tidak mengerti dimana letak enaknya buah nangka muda ini karena rasanya sepat/kelat.. tapi itulah kami anak Duri, sampai-sampai Icon perkumpulannya pun bergambar Cimbalal... ha ha ha

Hampir disemua kegiatan reuni selalu diisi dengan kegiatan kuliner, dan inilah sebagian makanan nostalgia aku dan teman-temanku. 
Dan dibalik makanan favorite ini, tersimpan cerita-cerita seperti :
Lontong Pical Kopelapip, adalah makanan yang biasa teman-teman beli pada saat pelajaran berjalan alias pada bolos sekolah ("cabut" istilah kami).
Soto Padang Kandis, makanan yang dapat kami nikmati setiap bis berhenti diperistirahatan (rest area) dalam perjalanan antara Pekanbaru dan Duri.
Hamburger and Coke, cemilan sore hari saat kami berenang atau hang out di Club - Swimming Pool.

Pada saat akan berpisah dengan teman-teman untuk kembali ke kota masing-masing kami mampir makan siang di Pondok Patin H. Yunus di daerah Simpang Tiga dekat dengan Bandara Sultan Syarif Kasim II, di rumah makan ini menyediakan makanan khas Riau antaranya Gulai Telur Ikan Patin, Asam Pedas Ikan Patin dan Sop Kerang Darah. Dan mereka menyediakan take away service, menu pilihan bisa jadi oleh-oleh komplit dengan packing-annya.


Perjalanan kali ini benar-benar melepaskan kerinduanku akan kota kecil yang bernama Duri, kota yang sudah kuanggap sebagai kampung halamanku karena disanalah masa kecil dan remajaku aku jalani.