Selasa, 26 Februari 2008

KEBUN

Gara-gara buka blog orang-orang yang pada punya kebun di rumah...aku jadi latah ingin punya juga.
Tapi tidak mungkin halaman belakang yang cuma seuprit dan ketutup rumput, aku cangkul untuk berkebun.

Karena keinginan yang menggebu-gebu, tetap aku semaikan beberapa bibit di pot2 kecil...sambil nanti baru di pikirkan mau di tanam dimana.

Ya ampun...baru 3 hari bibit kacang panjang sudah mulai nongol dan bibit bayam sudah tumbuh 2cm dan yang bikin panik bibit timun sudah 4cm. They grow so fast! ... Harus aku tanam dimana semua ini.... Aku akan cari pot yang lebih besar atau nanti bisa juga aku selipkan diantara tanaman di taman belakang.


Kata saudaraku, bayam bisa dipanen 1 bulan lagi. Kebayang bulan depan masak sayur bening hasil panenan (bakal seru nih!)...

Aku pernah ketemu seorang dosen Psikologi di Malang, kebetulan ibuku saat itu sedang memegang tanaman di pot kecil...tiba-tiba beliau (sudah rada sepuh) berkata dengan aksen Belanda-nya, "Rawatlah tanaman ini dengan LOVE."
Aku akan mengikuti sarannya untuk menanam sayuranku "with Love" dan mudah-mudahan semua sayuranku tumbuh subur.

Senin, 25 Februari 2008

TUGAS SEKOLAH

Tulisan kita di blog ternyata sangat bermanfaat untuk diri sendiri.
Beberapa hari yang lalu anak-ku dapat tugas sekolah dadakan, sebenarnya tugas kelompok tapi karena teman2nya tidak dapat mengerjakan bersama-sama, akhirnya Karin berinisiatif sore itu bertanya ke guru BimBel (Bimbingan Belajar). Malamnya dengan catatan ditangan Karin menyetik hasil diskusinya di laptop.
Waktu menunjukan jam 8.30 berarti 1/2 jam lagi waktunya untuk tidur. Aku menawarkan diri untuk membantu menyelesaikan tugasnya. Karin dengan senang hati mengiyakan tawaranku dan ambil ancang-ancang untuk tidur.

Aku mulai membaca pertanyaan2 di tugas sekolah tersebut yaitu tentang Pemanasan Global, Efek Rumah Kaca dan Pencemaran Lingkungan.
Pada bagian tentang Pemanasan Global Karin menulis cukup bagus tapi tetap menurutku masih kurang, info dari guru BimBelnya kurang lengkap. Tapi kata Karin tidak perlu panjang-panjang bahasannya nanti guru di sekolah tidak percaya kalau tugas tersebut Karin yang mengerjakan (?!?!?)...OK lah aku setuju dengan pendapatnya.

Lanjut kebahasan ke dua tentang Efek Rumah Kaca, ku-intip catatannya...bola mataku terasa mau copot dari tempatnya (..ha3 ungkapan kalau kita kaget dan tidak percaya).
Penasaran ku-baca ulang...Efek rumah kaca adalah kondisi buruk yang disebabkan oleh banyaknya dibangunnya gedung2 tinggi yang memakai kaca di dindingnya... " what ?!?! "
"Bener dong mah" kata Karin "Kata guru BimBel begitu !!!" sambungnya.

Ada yang tidak benar ini, tapi susah juga kalau aku ngotot memberitahunya. "Kita search di internet sama-sama yuk!".
Kami menemukan disalah satu website yang menerangkan bahwa Efek Rumah Kaca adalah
merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan Bumi.

Energi panas Matahari yang diterima Bumi harusnya dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, lalu dikembalikan ke permukaan bumi lagi sehingga bumi menjadi panas.
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas
karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar lainnya.
Akhirnya Karin mengerti juga...dan karena matanya sudah tidak bisa menahan kantuk dia minta izin untuk tidur. Dan memohon supaya besok pagi tugasnya sudah ada di meja ( ?!?!? )
Akhirnya aku mengerjakan tugas Karin dengan sistem Copy Paste alias comot sana comot sini, tapi sebagian besar aku ambil dari artikel di blog-ku ini.
Pagi hari di samping piring sarapan pagi aku sudah letakkan tugas sekolahnya...Karin senang karena tugasnya aku buat dengan huruf sesuai pilihannya dan dengan huruf berwarna-warni seperti warna bunga bunga di taman...dan di lembar Judul tertulis nama kelompok SAKURA (aku ga tau Karin pilih sendiri nama itu atau guru-nya yang kasih).
Yang pasti tugas aku buat 2 set copy-an, satu untuk di kumpulkan di sekolah dan satu lagi untuk guru BimBel yang menurutku harusnya lebih tahu banyak lagi tentang pengetahuan umum !.

Sabtu, 23 Februari 2008

KIDS JOKES

Sewaktu mencari buku resep masakan di perpustakaan kecil di kamar atas, aku menemukan buku catatan lama-ku...isinya tentang catatan2 kecil-ku ditahun 2000-2004.
Aku tersenyum geli membaca tulisan tentang "kelucuan2 anak-anakku",antaranya

Joke I. Mas Kharis si Raja Romantis.
Kharis : Mas dak mau krupuknya !
Mamah : Kenapa?

Kharis : Krupuknya dak romantis !

Mamah : ?!?!? kenapa dak romantis sayang?
Kharis : Abis gosoooong *!
*Romantis = Putih, bagus, cantik.
Dak Romantis = Hitam, gosong, jelek.


Joke II. Tinggian yang mana ?

Karin : Mah, mana yang tinggi Allah atau Mesjid?
Mamah : Pasti Allah dong...karena Allah itu Maha Besar
Karin : Kasian ya Allah kejedut dong...

Karin : Kan mesjid rumahnya Allah.

Mamah : Astaghfirullah anakku :)
Waktu itu Karin sekolah di TK Al-Azhar baru dapat pelajaran ttg sifat-sifat Allah.


Joke III. Bunyinya...

Kharis : dek, kucing bunyinya kayak apa ?

Karin : Meong..meong

Kharis : Kalo anjing ?

Karin : Guk..guk...guk
Kharis : Kalo sapi ?

Karin : Saaaa piiiii....

................. Ha ha ha ...............


Dijamin anak-anakku akan tertawa nanti kalau mereka baca tulisan ini.....what a funny story they have !

Rabu, 20 Februari 2008

CHEF KARIN


Karin : "Mah, ade mau bikin kue dong!".
Karin : "Resepnya yang mamah pernah catetin ini kan?".
Aku meng-iya-kan dari ruang sebelah, Catatan resep sengaja aku tempel dekat kompor jadi kapan dia mau buat lagi mudah mencarinya.


Karin anak perempuanku (10 tahun kurang sebulan) memang suka coba-coba memasak sendiri. Kadang dia membuatkan teh untukku dan papah-nya, atau masak nasi goreng untuk dia makan sendiri walaupun bahannya hanya nasi, margarin, telur dan kecap.

Biasanya aku hanya mengawasi dari jauh, "Ade bisa mah, Ade kan mau mandiri!".
Tapi aku tidak mengizinkan dia untuk mendekati kompor jika
aku tidak ada di rumah.

Semua masakannya selalu dia hias waktu disajikan. Kreatifitas-nya boleh dipuji. Sepertinya sebentar lagi she'll taking over my job as a home chef....

PANCAKE

Story behind this picture,

Jam lima pagi, waker bunyi dengan suara yang keras tapi entah kenapa tanganku otomatis menekan tombol off ...dan tertidur kembali.

Aku terlompat melihat jam menunjukkan jam 5:45 ..."panik" menyerang sesaat.
But I took a deep breath dan langsung menuju dapur menyiapkan sarapan.

Dalam 15 menit adonan “pancake” ready to cook, plus 2 cangkir teh untuk Kharis & Karin tersedia di meja ...Time to wake them up!

Sementara mereka mandi dan siap-siap dengan seragamnya, aku mulai memasak adonan pancake-ku. Jam 6.20 pancake siap di santap ... I did it on time :)

Pancake Recipe,

150 gram Terigu

50 gram Gula Pasir

1 st Baking Powder

2 butir Kuning Telur

200 ml Susu cair

2 butir Putih Telur

75 gram Margarine , cairkan.

- Kocok putih telur sampai kaku, sisihkan.

- Campur terigu,gula dan baking powder.

- Masukkan susu dan kuning telur, aduk rata.

- Lalu masukkan putih telur yang sudah dikocok kaku, aduk perlahan.

- Terakhir tambahkan margarine cair.

- Masak adonan dengan ukuran sesuai selera diatas Pan Teflon.

Pancake bisa disajikan dengan maple syrup, madu, selai atau susu kental manis. (Kharis & Karin lebih suka Maple Syrup).

Minggu, 17 Februari 2008

QUALITY TIME


Tadi siang di hari Minggu ini, mendengar suara genjreng-genjreng gitar anakku dan suara gedebak-gedebuk drum suamiku membuat hatiku bahagia, telingaku menikmati lagu-lagu Nidji yang mereka mainkan walaupun volume-nya maximal . Dan sepertinya suara musik mereka terdengar oleh tetangga sekitar rumahku...mudah-mudahan tetangga-ku menikmatinya juga.

Sering kita dengar orang berteori tentang kebersamaan orang tua dengan anak-anak “Yang penting adalah Quality bukan Quantity”. Mungkin kadang untuk sebagian orang hal ini terdengar seperti pembelaan diri atas kesibukan extra mereka.

Aku dan suami adalah orang yang mendukung teori “Yang penting adalah Quality bukan Quantity”... walaupun tidak 100% , karena keberadaan kita didekat mereka tetap sangat anak-anak butuhkan. Berangkat pagi dan pulang malam, badan capek terkadang ingin langsung istirahat atau anak-anak sudah tidur duluan sebelum kita sampai rumah adalah kejadian yang sering dialami orangtua yang bekerja penuh waktu yang kantor dan rumah berjarak jauh.

Karena kami merasa anak-anak membutuhkan Quality dan Quantity Time, maka aku dan suami berbagi tugas Quantity time adalalah bagianku Quality time bagian suamiku. Bukan berarti kebersamaanku dengan anak-anak tidak berkualitas dan bukan juga menjadikan suamiku tidak meluangkan cukup waktu untuk anak-anak. Suamiku adalah seorang pekerja yang super sibuk, dan juga punya kegiatan lain yang padat. Tapi itu tidak menjadi ganjalan untukku karena dari awal pernikahan suamiku sudah seperti itu...aku punya sebutan untuknya “Manusia kreatif yang super aktif”.

Dulu sewaktu anak pertama kami masih bayi, karena pekerjaan suamiku tidak memungkinkan untuk pulang ke rumah, jadi aku dan anakku yang datang ke kantor bahkan kadang sampai menginap , tidur di sofa yang ada di ruang kerja suamiku. Selain aku pribadi sering merindukan dia, yang pasti dia juga merindukan anak & istri-nya.

Setelah lahir anak kedua aku tidak pernah melakukan itu lagi, maksudku tidur di sofa kantor. Tapi kami sering menemani suamiku bekerja sampai malam di kantor-nya, anak-anak selalu membawa mainan mereka dan suamiku akan ikut bermain bersama disela-sela pekerjaannya. Jika anak-anak sudah mengantuk kami akan pulang bertiga karena suamiku tetap harus melanjutkan pekerjaannya.

Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, anak-anakku sudah mulai besar, mereka mulai punya kegiatan lain selain kegiatan sekolah...sekarang gantian suamiku yang ingin selalu ikutan dan menemani anak-anak dalam kegiatan mereka...efek timbal balik terjadi , apakah ini karena Quality dan Quantity kebersamaan semenjak anak-anak kecil ??? Ya, mungkin saja....
Dan aku sebagai ibu berharap keberadaanku di dekat mereka dapat memberi arti yang baik buat perkembangan mereka.



BUAH SELATUT

Karena keterbatasan waktu dan jarak membuat aku jarang bertemu saudara-saudaraku.
Tapi kami selalu berusaha melakukan kontak, dengan kecanggihan teknologi
aku bisa telpon-telponan dengan adik perempuanku yang tinggal di Bekasi, ber-sms-an dengan adik laki-lakiku yang ada di Makassar, dan ber-chatting-ria dengan kakak laki-lakiku yang sudah hampir setahun tinggal di Aberdeen, Scotlandia.

Tapi tetap paling asik memang kalau kami berkumpul, bernostalgia tentang masa kecil kami. Kami dilahiran dan besar di Pekanbaru,Riau. Orang tua kami dulu bekerja di perusahaan minyak. Walaupun kami tinggal di kompleks perumahan perusahaan yang serba teratur, rapi dan bersih, tapi kami lebih suka bermain ke rumah sepupu yang berada di ladang (kebun) yang letaknya jauh dari jalan besar yang di kanan kiri jalanan setapaknya adalah semak.

Disepanjang jalan menuju ladang banyak yang kami lakukan, kami petik pucuk ubi (daun singkong) berikut tangkai daunnya untuk membuat kalung seperti medali, kadang kami berhenti untuk main di parit yaitu saluran air yang airnya berasal dari hutan, airnya bening dan kami suka menangkap ikan senter (ikan kecil yang dikepalanya ada titik terang seperti lampu senter) sangat sulit menangkap ikan ini karena gerakannya seperti chaplin alias cepat sekali.

Yang paling kami suka adalah memetik buah-buah liar yang kata orang tua adalah makanan ular. Pada waktu itu semua terasa enak, ada buah dari bunga sekeduduk yang membuat gigi berwarna ungu ketika memakannya dan ada buah selatut yang aku tidak tahu apa nama dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Latinnya. Aku sudah coba search di internet tapi tidak menemukannya.

Selatut ada 2 jenis, ada yang seperti tomat kecil terbungkus kelopak berbentuk lonceng, ukurannya kira-kira sebesar "leuncak". Yang satu lagi selatut yang terbungkus kelopak berbulu, isi buahnya biji-biji menyerupai buah markisa rasanya manis-manis asam.



Buah selatut berbulu ini aku temukan di Makassar, di halaman belakang rumah di Gunungsari, rumah tempat suamiku tinggal sewaktu kecil.
Jadi jika suatu hari teman-teman melihat tanaman ini dan berani mencoba-nya silahkan saja jangan takut karena anak-anakku pun telah mencoba-nya .

Untuk kakak dan adik-adikku jika kalian buka blog ini dan melihat photo diatas pasti kalian pengen makan selatut lagi kan? Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa kumpul bersama lagi...untuk bercerita seru tentang buah selatut.