Rabu, 15 Juni 2011

"25TH ARS'86" dan Kopi-ku

Beberapa waktu yang lalu aku dan suami menghadiri acara Pameran Arsitektur Universitas Pancasila 2011. Aku dan suami sama-sama alumni di universitas yg sama.

Ketemu teman-teman dan bernostalgia di kampus membawaku kembali ke 25 tahun yang lalu.. Oh, we were so young back then :)

Dulu, kegiatan nongkrong bareng adalah acara favorite bagi hampir semua mahasiswa Arsitektur angkatanku, disudut manapun menjadi sudut tongkrongan yang meng-asik-an. Walau kelas tanpa AC tidak pernah menjadi masalah alias asik-asik aja! Sekarang kampusku memiliki satu kelas yang menurutku keren banget karena fasilitas dan kebersihannya TOP! .. Ahh, mudah-mudahan Universitas Pancasila semakin maju sehingga makin banyak punya kelas yang keren :))


The Gemblungers itulah nama yang dikukuhkan untuk para Ars'86, angkatan yang paling ngocol dan kompak (menurut pendapat kami lho..he3). Kesukaan the Gemblungers kalau ngumpul adalah makan gemblong dan lucunya tukang gemblong dari Ciawi diboyong ke kampus (bukti tingkat ke-gemblung-an kami sangat tinggi..ha3)


Seorang sahabat karibku dari jamannya kuliah dulu adalah nona manis dari Ambon. Kami jarang sekali bertemu semenjak  kami menyelesaikan kuliah. Tapi dia ingat aku paling doyan dengan Kue Bagea Kenari dari Ambon, dan dia membawakan kue yg dibuat dari sagu dan kenari ini khusus untukku. Maka jadilah sore ini kopi hitamku yang kuseduh di mug kenang-kenangan (25th persahabatan angkatanku) mendapat teman yang cocok ... yum! :P



Senin, 02 Mei 2011

Teman dan Kopi-ku

Punya teman baik tentu sangat menyenangkan. Dan aku sangat bersyukur karena aku memiliki begitu banyak teman baik.. jarang bertemu tapi silaturahmi tidak terputus walau hanya lewat dunia maya (thanks to Mark Zuckerberg).

Dan lewat kesukaanku mencicipi rasa berbagai macam kopi dan sering mem-posting foto untuk setiap cangkir kopi yang aku seruput membuat beberapa orang teman baikku sering mengirimi kopi-kopi yang mereka minum di tempat mereka tinggal bahkan bersedia berbagi oleh-oleh ketika mereka menemukan kopi di kota-kota yang mereka kunjungi.. Thank you so much my dear friends!

Seperti Kopi Arabica Gayo - Ladang Coffee ini adalah kiriman sahabat suamiku dari jaman SMA dulu yang sekarang menjadi teman baikku juga :). 
Setelah mencoba rasa kopi ini, menurutku masuk katagori Strong (mantab) dan aromanya seperti ada rasa kayu, aku merasa seperti berada di hutan menikmati teduhnya pepohonan, tanah yang basah dan daun-daun kering menutupi tanah.. kopi ini berhasil membawaku kembali ke masa kecilku yang sering bermain di hutan di dekat rumahku... Nia, thank you for bringing back my sweet memory through your coffee!

Dari ujung Indonesia bagian barat sahabat baikku mengirimiku paket kopi.. dan kopi ini adalah kiriman kesekian kalinya, dan kali ini kopi yang berbeda dari yang kiriman sebelumnya (Kopi Ulee Kareng). Dan ketika aku menyeruput kopi kiriman temanku ini, baik kopi ulee kareng maupun kopi Indaco tiba-tiba ruangan disekelilingku berubah setting-an. Aku seakan-akan sedang duduk disebuah warung kopi tradisional dengan aroma asap arang dari tungku yang sedang memasak air dan terdengar obrolan ala warkop seperti musik bertempo sedang.. daya khayalku (yang sudah terkenal dikalangan keluarga) membuatku benar-benar menikmati mimpi melanglang buana ketempat yang aku inginkan ,LOL ... Nuhun kang Yudi, for the best coffee that you sent me!

"Mama Wien I sent you some coffee, enjoy them ok!" ... begitu tutur manja keponakanku (Tami) via Skype. Sebelumnya aku pernah mencoba Iced Coffee keluaran Starbucks ini ketika iparku (Heather) memberi oleh-oleh ketika dia berkunjung ke rumahku. Es kopi ini membuat pikiran plong terasa segar, apalagi ketika cuaca diluar panas dan pikiran sedang suntuk.. atau mungkin ketika sedang terjebak macetnya kota Jakarta yang semakin parah.. kopi ini berhasil meringankan semuanya.. percaya kah anda ??  (kayak iklan ya..hahahaaa)

Oleh-oleh istimewa dari teman hidup a.k.a suami tercinta Godiva Coffee,  memang bukan emas permata tapi melebihi semuanya.. dengan selalu mengingat diriku dan kesukaan ngopi-ku, berarti dia selalu membawa serta diriku kemanapun dia pergi, bukan raga tapi jiwa dan mimpi-ku for traveling around the world!...


Sabtu, 26 Maret 2011

Ngopi di Singapura

Sebelum berangkat ke Singapura aku googling "the best coffee shop in Singapore", sederet nama kafe-pun keluar, tapi setelah berada disana daftar itu tidak terpakai, karena aku lebih sering langsung mampir saja di gerai-gerai kopi yang kebetulan aku lewati :)

Sarapan pagi di Toast Box dengan pilihan set menu secangkir kopi, sepotong roti dan 2butir telur 1/2 matang.. membuat mata "kinclong" alias segar dan siap untuk melihat-lihat display di shopping mall sepanjang Orchard Road.. "Window shopping aja nih mah!",kata anak gadisku yang baru saja merayakan usia teenager-nya (13 tahun) beberapa hari yang lalu :D
Berburu "The best Bagel in Town" adalah salah satu hobi-ku yang lain. Seorang keponakan memberi info kalau bagel di National Geographic Store di Vivo City "the best lah!".  Dalam rangka membuktikan kebenaran info tersebut jadilah sepanjang sore itu kami habiskan waktu di mall besar dengan view kearah pulau Sentosa. Dan ternyata tumbs up tuk bagel dan cream cheese-nya dan juga untuk suasana kafe di dalam  toko NG ini asik sekali. Duduk dikursi kayu dengan bacaan majalah NG dan dikelilingi foto-foto karya photographer NG yang dahsyat membuat kami betah duduk berlama-lama sambil menikmati setiap seruputan dari secangkir Latte untukku dan Cappuccino untuk suamiku.

After dinner coffee, agak berat sebenarnya tapi berhubung menemani si gadis remaja yang sedang menikmati dessert-nya di Nectarie le'Dessert Patisserie - Clarke Quay, aku pun meng-order secangkir Americano yang menurut pendapatku rasa kopi-nya so so lah.. tapi aneka kue-nya yummy!

Belum lengkap rasanya kalau ke berkunjung ke negara singa ini jika tidak mampir di IKEA, dan ternyata kopi di gerai snack-nya lumayan lezatoaroma dan rasa kopinya not bad.

Menanti waktu boarding dengan meneguk secangkir kopi di Spinelli-Changi sepertinya sudah menjadi ritual penutup perjalananku di Singapura :))

Note:
Aku bukan penggemar paper cup kecuali karena terpaksa untuk take away order, atau kadang aku juga lupa minta disajikan di cangkir kaca, tapi yaah.. apa boleh buat kalau gerai kopi hanya menyediakan gelas-gelas kertas :(

Rabu, 16 Februari 2011

ROTI SOBEK KEJU

Menurutku Roti Sobek Isi dibuat untuk tujuan kepraktisan karena kita ga perlu repot-repot cari pisau untuk memotong dan mengoles isiannya seperti mentega, selai, keju dll. Terlebih lagi jika dibawa untuk bekal anak-anak sekolah dan bekal perjalanan atau untuk piknik paling cocok deh!.

BAHAN :
1 kg Terigu (Cakra)
100 gr Gula Pasir (50gr jika ingin roti agak tawar)
1 bungkus Instant Gist
1/2 st Garam
3 butir Telur
100 gr Butter/Margarin
1/3 kaleng Susu Kental Manis
500 ml Air
1 kotak Keju, diparut. (atau isi aneka selai)


CARA :
Campur semua bahan dan uleni atau gunakan mixer dengan putaran khusus roti, sampai adonan kalis (tidak lengket lagi).

Diamkan lebih kurang 45 menit atau sampai adonan membesar 2x nya.

Kempiskan, bagi 80 bagian dan bentuk bulat dan isi dengan keju parut, susun diatas loyang. Diamkan 30 menit.

Bakar dalam oven selama 20-25 menit dengan panas 180 derajat.

Keluarkan dari oven dan langsung baluri permukaan roti dengan margarin.

Source : Ibu-ku :)

'Warkop-ku' goes to Garut

Ketika liburan ke rumah orang tua-ku, ibu dan bapakku selalu memanjakan kami dengan kenyamanan-kenyamanan sederhana dirumah mereka, sehingga kami bisa tidak keluar dari rumah selama 2-3 hari kunjungan kami disana, kalaupun keluar rumah hanya sampai teras depan saja.. ha ha ha.

Anak-anakku paling senang karena boleh tidur sampai siang hari dan kami sekeluarga senang karena makanan favorite kami selalu dibuatkan khusus oleh ibu-ku. Dan ibu-ku pun sudah hafal akan kesukaan kami masing-masing, seperti suamiku yang suka donat, anak-anak suka roti isi keju, dan aku suka cake.

Udara dingin kota Garut membuatku menyeruput kopi-ku dengan sangat nikmat apalagi ditemani beraneka ragam kue-kue favorite buatan ibuku.



Sarapan seupan waluh (aneka labu kukus), menu sarapan sehat ala Kampung Wanaraja-Garut. Hantaran tetangga yang sedang gotong royong membersihkan tempat pengajian ibu-ibu.  

Selasa, 15 Februari 2011

Affogato Ice Cream for Valentine Day

Seperti yang sudah sudah aku sebenarnya tidak merayakan V-day.. tapi kemarin, ketika datang hari Valentine aku sangat menikmati suasana PINKY, ROSES dan ROMANTIC.. dibeberapa tempat terlihat beberapa pasangan merayakannya dengan candlelight dinner, menggenggam setangkai mawar dan ada  juga yang nekat pakai baju bernuansa pink (ha ha haa..)

Hanya untuk seru-seruan  saja, warung kopi-ku sore kemarin mengadakan the pinky day photo session.. dengan menu kopi istimewa Affogato Ice Cream.

Dalam bahasa Itali 'Affogato' artinya 'tenggelam'..mungkin es krim yang tenggelam oleh siraman kopi atau tenggelam karena enaknya..
Resep dessert ini mudah membuatnya, hanya perlu 1 scoop es krim Vanilla dituang dengan 1 shot Espresso (kopi kental).. kopi dituang sesaat akan dinikmati dan aku pun tenggelam dalam kenikmatan rasa creamy-nya ice cream dan strong-nya rasa kopi.

CHIFFON PANDAN

Weekend kemarin dari dapur ibu-ku di rumah beliau di kaki gunung Talaga Bodas Garut tercium aroma daun pandan. Dan dengan irama teratur dan cekatan ibu-ku memanggang beberapa loyang chiffon cake pandan untuk dibawa ke kelompok pengajian ibu-ibu dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.

Hobi masak ibu-ku tersalurkan setiap ada acara dilingkungan rumah beliau dan teman-teman pengajian beliau selalu senang ketika mendapat hantaran kue-kue lezat ibu-ku. Dan tidak mau ketinggalan akupun nebeng minta dibuatkan 2 loyang untuk aku bawa pulang ke Jakarta :)


Resep untuk 2 loyang dengan diameter 22cm.

Bahan :
I
10 butir  Putih Telur
200 gr  Gula Pasir
3/4    st   Cream of tar tar

II
150 gr  Gula Pasir
275 gr  Terigu
1    st   Baking Powder
1/2 st   Soda Kue

III
7 butir  Kuning Telur
150 cc  Minyak Sayur
185 cc  Santan+3 lembar Pandan+Pewarna Hijau jika suka.
           (Pasta Pandan juga bisa)

CARA :

Panaskan oven 180 derajat.

Kocok bagian I sampai kembang dan kaku.

Campur bagian II dan III, aduk rata sampai menjadi adonan yang licin.

Masukan adonan I, dalam 3 tahap sambil diaduk perlahan sampai rata.

Tuang ke dalam cetakan chiffon yang telah dialas kertas roti tanpa dioles margarin.

Panggang selama 60 menit, sampai kue terlihat agak padat dan permukaannya kering.

Keluarkan dari oven dan dinginkan kue dengan cara meletakkannya loyang terbalik pada leher botol.

Keluarkan kue dari loyang hati-hati, pergunakan bantuan pisau untuk melepas bagian yang melekat di loyang.

Note:
Untuk cara bisa juga dilihat di Chiffon Strawberry yang pernah aku buat.