Isi Blog

Tampilkan postingan dengan label CERITA-KU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA-KU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

SELAMAT TAHUN BARU 2012

Ahh, for some reason this year really just flew for me.. Tidak terasa tahun 2011 sudah dipenghujung waktu.. Dalam beberapa jam lagi tahun akan berganti.. Ucapan Selamat Datang 2012 sudah mulai berdatangan seiring suara totet totet terompet pedagang pinggir jalan.


Hari ini ditemani titik titik hujan. 
Pikiran pun menari-nari ke belakang ke waktu yang telah berlalu.
Sambil membayangkan kembali apa yang telah diperbuat? 
Apa mimpi-mimpi telah terwujud? 
Apakah telah menjadi lebih baik? 
...Apa pun itu, ucapan rasa ber-SYUKUR-lah yang hanya boleh terucap.




Ujung bibir pun terangkat.
Senyum mengiringi hangat di hati.
Dan pikiran kembali menari-nari ke depan,
ke waktu yang akan datang. 
Apa yang akan dilakukan tahun mendatang? 
Sejuta angan dan impian kembali bermunculan.. 
Dengan harapan semoga akan menjadi lebih baik.


SELAMAT TAHUN BARU 2012!


Senin, 05 Desember 2011

Piramida di Gunung Sadahurip Garut?

"Piramida di Sadahurip???.. Kami tidak pernah dengar beritanya.", demikian respon bapak dan ibuku sewaktu aku ceritakan tentang penemuan baru yang kulihat di TV dan hasil pencarianku di internet. 
Dengan antusias ibuku pun ingin ikut melihat gunung Sadahurip yang ternyata letaknya tidak jauh dari rumah orangtua-ku. Sayang sore itu cuaca tidak begitu bagus, sehingga gunung tidak terekam jelas di kamera handphoneku.

Menurut Andi Arief (Staf Khusus President bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial), tim katastropik purba yang melakukan penelitian intensif menemukan dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di Gunung Sadahurip, Wanaraja Garut, Jawa Barat.
"Dari hasil penelitian intensif dan hasil uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam dalam gunung tersebut lebih tua dari Piramida Giza, di Mesir. Tim katastropik purba telah mendapat gambaran bentuk bangunan tersebut seperti piramida, melalui foto satelit IFSR, geolistrik, berbagai survei dan meneliti secara intensif dan uji carbon dating untuk memperkirakan umur bangunan tersebut.

Menemani obrolanku dengan bapak-ku tentang Piramida di Sadahurip yang kata warga sekitar sering ada kejadian-kejadian mistis (..ihhhhh), ibuku datang menyajikan bolu lezat buatan beliau.. "Bolu Kampung" begitu kami beri nama cake ini, karena ukuran resepnya menggunakan gelas belimbing (resep sederhana: 1gelas gula + 1gelas telur+ 1 gelas terigu). Tapi kalau soal rasa bolu ini terasa istimewa apalagi dengan bakaran yang sedikit kecoklatan. Dan disamping potongan bolu ini ada ketan putih beraroma pandan, seperti inilah cara kakek buyutku (buyut dari pihak ibuku) jaman dulu menikmati bolu ini. Ahhhh..jadi ingat memory indah yang kumiliki ketika diriku kecil, berlari-lari ke rumah mbah kakung dan mbah putri (panggilan untuk buyut-buyutku), dan yang biasa aku lakukan adalah membuka lemari makan dan lalu mengintip isi dibawah tudung saji di atas meja makan... :D

Selain soal penemuan piramida, ternyata di Garut ada kopi lezat yang aku baru tahu keberadaannya, menurut bapakku kopi dari toko Ek Bouw ini adalah kopi kesukaan Aki-ku (kakek dari pihak bapak). Sayang informasi dari mana asal kopi ini tidak berhasil aku dapatkan dari si penjual kopi, kecuali si penjual memberi info kalau mereka menjual 2 jenis kopi. (Apa aja? tanyaku).. kopi 7500/ons dan 4000/ons. (Apa bedanya?pertanyan aneh!).. yang mahal murni dan yang murah campur jagung.. (oh begitu! sambil ketawa geli dalam hati).

Noted: 
Kalau lah terbukti tentang penemuan Piramida di Sadahurip dan tentang adanya peradapan dahulu kala di kampung bapakku ini..wahh akan banyak cerita-cerita menarik disana. Cerita 40 tahun yang lalu saja sangat menarik untukku apalagi ribuan tahun yang lalu.

Minggu, 09 Oktober 2011

18 Tahun dan Tegukan Secangkir Kopi

Sore ini jalan-jalan sekitar Jl. Kemang Raya, mencari Cafe Soulybutter karena membaca liputan di detikFood. Cafe mungil ini berada disudut bangunan yang terlihat biasa saja dari luar (berada di depan KFC Kemang).  

Ketika kita masuk akan disambut dengan deretan aneka cake di pantry kecil yang ditata menarik, jumlahnya tidak banyak tapi semuanya sangat menggoda. Setelah memilih cake Red velvet dan secangkir Black coffee, aku memilih duduk di kursi empuk dengan deretan bantal-bantal empuk.  Suasana didalam sangat nyaman, sayang aku tidak memotret ruangan tapi aku klik kameraku ke atas meja mengarah ke cake Red velvet dan kopi pilihanku yang menanti untuk kucoba.

Hari ini adalah Ulang Tahun Perkawinan kami yang ke 18, aku dan suami tidak menyiapkan acara khusus, kami hanya jalan-jalan dengan anak-anak dan menikmati hari ini dengan penuh canda dengan mengingat kembali kejadian-kejadian lucu saat upacara pernikahan kami 18 tahun yang lalu sambil meneguk secangkir kopi hitam yang menurut kami berdua sangat nikmat :)

Happy 18th Anniversary, my love!.

Together we set it in a cozy little spot.
We cupped our hands around it.
With a warmth of our love.
It's a loving peace.

Senin, 02 Mei 2011

Teman dan Kopi-ku

Punya teman baik tentu sangat menyenangkan. Dan aku sangat bersyukur karena aku memiliki begitu banyak teman baik.. jarang bertemu tapi silaturahmi tidak terputus walau hanya lewat dunia maya (thanks to Mark Zuckerberg).

Dan lewat kesukaanku mencicipi rasa berbagai macam kopi dan sering mem-posting foto untuk setiap cangkir kopi yang aku seruput membuat beberapa orang teman baikku sering mengirimi kopi-kopi yang mereka minum di tempat mereka tinggal bahkan bersedia berbagi oleh-oleh ketika mereka menemukan kopi di kota-kota yang mereka kunjungi.. Thank you so much my dear friends!

Seperti Kopi Arabica Gayo - Ladang Coffee ini adalah kiriman sahabat suamiku dari jaman SMA dulu yang sekarang menjadi teman baikku juga :). 
Setelah mencoba rasa kopi ini, menurutku masuk katagori Strong (mantab) dan aromanya seperti ada rasa kayu, aku merasa seperti berada di hutan menikmati teduhnya pepohonan, tanah yang basah dan daun-daun kering menutupi tanah.. kopi ini berhasil membawaku kembali ke masa kecilku yang sering bermain di hutan di dekat rumahku... Nia, thank you for bringing back my sweet memory through your coffee!

Dari ujung Indonesia bagian barat sahabat baikku mengirimiku paket kopi.. dan kopi ini adalah kiriman kesekian kalinya, dan kali ini kopi yang berbeda dari yang kiriman sebelumnya (Kopi Ulee Kareng). Dan ketika aku menyeruput kopi kiriman temanku ini, baik kopi ulee kareng maupun kopi Indaco tiba-tiba ruangan disekelilingku berubah setting-an. Aku seakan-akan sedang duduk disebuah warung kopi tradisional dengan aroma asap arang dari tungku yang sedang memasak air dan terdengar obrolan ala warkop seperti musik bertempo sedang.. daya khayalku (yang sudah terkenal dikalangan keluarga) membuatku benar-benar menikmati mimpi melanglang buana ketempat yang aku inginkan ,LOL ... Nuhun kang Yudi, for the best coffee that you sent me!

"Mama Wien I sent you some coffee, enjoy them ok!" ... begitu tutur manja keponakanku (Tami) via Skype. Sebelumnya aku pernah mencoba Iced Coffee keluaran Starbucks ini ketika iparku (Heather) memberi oleh-oleh ketika dia berkunjung ke rumahku. Es kopi ini membuat pikiran plong terasa segar, apalagi ketika cuaca diluar panas dan pikiran sedang suntuk.. atau mungkin ketika sedang terjebak macetnya kota Jakarta yang semakin parah.. kopi ini berhasil meringankan semuanya.. percaya kah anda ??  (kayak iklan ya..hahahaaa)

Oleh-oleh istimewa dari teman hidup a.k.a suami tercinta Godiva Coffee,  memang bukan emas permata tapi melebihi semuanya.. dengan selalu mengingat diriku dan kesukaan ngopi-ku, berarti dia selalu membawa serta diriku kemanapun dia pergi, bukan raga tapi jiwa dan mimpi-ku for traveling around the world!...


Sabtu, 09 Oktober 2010

Our Sweet Seventeen

How can love hold on so many years?

We are two different halves
Put together, we are one whole
In life, if there is one, then we are blessed

Every beat of my heart is yours
Everyday I pray for your soul

Maybe I don't know that much
But I know this much is true
I was blessed because I was loved by you 

No love can last unless there is the will
Years pass and love continues, stronger still

You are my soul mate
and 
I Love You

Happy 17th anniversary, honey!

Selasa, 21 September 2010

Profil: Bu Suminten Penjual Sate Keliling

Jalan-jalan santai disekitar jl. Braga, adalah pilihan tepat saat kota Bandung dipenuhi kemacetan dimana-mana. Walaupun pertokoan masih tutup karena liburan Lebaran tapi aku menikmati suasana jalanan yang bersih dan rapi sambil melihat-lihat detail banguan-bangunan tua disepanjang jl. Braga.

Di pertengahan jl. Braga seorang penjual sate menarik perhatianku. Seorang ibu setengah baya berkain batik dan berkebaya berdandan rapi, mengayunkan kipas bambu dengan irama teratur membuat kepulan asap putih  menebarkan wangi sate yang sedang dibakar,  membuatku ingin berhenti untuk mencicipi rasa satenya. Sambil menunggu pesanan sate dibuat, kusapa beliau sambil membuka obrolan singkat.

Suminten, begitu beliau menyebut namanya ketika kutanya. 
Bu Suminten adalah penjual sate keliling disekitar jl. Braga-Bandung semenjak tahun 1975. Berasal dari daerah Solo, mencari nafkah bersama suami yang juga berasal dari Jawa, mereka membesarkan anak-anak di kota Bandung

Selama 35 tahun dan hampir setiap hari sekitar jam 4 sore beliau menjajakan sate. Bu Suminten memiliki pelanggan tetap yang rutin membeli satenya, sehingga bu Suminten selalu berusaha mempertahankan mutu dan rasa satenya agar tidak ditinggal "kabur" pelanggannya.

Punya pikiran yang sederhana, bu Suminten tidak "ngoyo" mencari keuntungan besar dan memforsir tenaga, jadi setiap hari hanya menyediakan 4 kg daging dan selalu menggunakan jumlah bumbu yang sama sehingga rasa tetap terjaga dari dulu hingga sekarang.

Selama bu Suminten berjualan keliling belum pernah diusir atau dikejar-kejar petugas penertiban kota, dan bu Suminten sangat bersyukur akan hal itu karena banyak pedagang-pedagang lain terutama yang menggunakan gerobak sering dinaikkan ke mobil patroli. Dengan modal bakul gendong yang berisi bahan-bahan dagangan yang selalu dibatasi jumlahnya dan kaleng bakaran sate yang mudah ditenteng bu Suminten selalu menjaga kebersihan tempat beliau mampir dan selalu membawa pulang sampah daganganya.


                             click here for   Full Version Video

Dengan wadah "pincuk" daun pisang, sate disajikan dengan harga Rp 7.000 per porsi dan Rp 7.500 dengan lontong.  Selain wangi sate yang menggugah selera tuangan bumbu kacang yang banyak diatasnya (dengan rasa pedas dan manis nya yang pas) sate bu Suminten terlihat menggiurkan sekali.

Bu Suminten yang berdandan rapi, ramah dan sopan dalam bertutur membuat obrolan kami tidak terasa sampai dipenghujung dan 2 porsi sate sudah habis kami nikmati. Anakku mengatakan kalau sate bu Suminten menjadi salah satu makanan favorite yang wajib dicari kalau kami berkunjung ke Bandung lagi.

Sedikit promosi: Jika anda sedang berada di jl. Braga-Bandung dan nongkrong dipinggir jalan tidak menjadi masalah cobalah Sate bu Suminten ini!

Senin, 24 Mei 2010

43.

Tengah malam, angka 3 menemani lilin angka 4 diatas kue tart yang dipegang suami dan anak-anakku...
"happy birthday happy birthday happy birthday to you... suara mereka bertiga membangunkan tidurku ditengah malam..
"tiup lilinnya tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga sekarang jugaaaa"...
"potong kuenya potong kuenya potong kuenya sekarang juga sekarang juga sekarang jugaaa"
..nyammm sepotong kecil kue disuapkan ke mulutku, belum sempat syaraf-syaraf otakku menerima sinyal rasa manis dari kue, terdengar perintah mereka.. "udah mamah tidur lagi aja!" ..dan dengan patuhnya akupun tertidur kembali.. kembali ke mimpiku yang ke pause beberapa menit oleh kejutan manis suami dan anak-anak.

Pagi hari, aku terbangun dengan perasaan aneh, padahal sepertinya aku dapat hadiah mimpi yang indah lho... yaachkks ternyata kue semalam belum tertelan sempurna masih tersisa diantara lidah dan langit-langit mulutku dan ada whipcream putih mengering disudut atas bibirku.. double yaachkks!!! ...
Di dapur aku lihat lilin angka 4 dan 3 tergeletak di meja penuh dengan semut yang sedang menjilati whipcream yang menempel di lilin ...dan komporku penuh dengan tetesan merah dari lelehan lilin yang membeku.
Otak detektifku berteori tentang kronologi kejadian semalam :
Suami ditelpon bilang "masih dijalan macet banget nih!" , padahal lagi di bakery beli tart..
Sampai rumah, kue ditinggal didalam mobil.. "ternyata istriku belum tidur".
"Mah, MacBook Pro belum datang, dimana-mana kosong!".. wah info itu istri juga tau, wong orang tokonya bilang bulan depan baru ada.. suami sok bikin kecewa istri lebih dalam..
Istri yang rada keserempet dikit sama rasa kecewa, " Tidur ahh..ngatuk!".
10 menit menjelang jam 12malam, suami panggil anak-anak yang belum pada tidur untuk siapin kejutan. Kue di mobil diambil pelan-pelan.. kebayang si bungsu loncat-loncat ga tahan karena terlalu senang.. lalu sedikit keributan terjadi karena ga bisa nemu korek api..sementara lilin dah tertancap di kue dicabut lagi untuk dinyalain pake api kompor.. dan lelehan lilinpun menetes di kompor karena apinya kebesaran.
Dengan kesadaran yang tipis (antara mimpi dan bangun yang ga jelas) istri berhasil tiup lilin dan tidur kembali.
Sisa kue yang hanya kepotong sedikit kudu disimpan di kulkas, kue dimasukkan ke kotaknya.. lilin dicabut dulu, lalu nasib lilin angka 4 dan 3 yang belepotan whipcream digeletakkin deh dimeja..
Case Closed!.

Menjelang siang, rumah dipenuhi bau masakan dari dapur mungilku.. Hari ini menu masakan agak panjang, rencana mau pesan tumpeng ga jadi, aku putuskan untuk masak sendiri saja.. sebagai rasa bersyukurku untuk hari-hari bahagiaku (43 tahun dikurang sekian tahun yang ga ke dapur), adalah hari-hari menyenangkan yang aku habiskan di dapurku bersama panci-panci, talenan, uleg-kan dan peralatan lainnya hingga dapat menghidangan makanan enak dan sehat untuk keluarga tercinta... walaupun menurut mereka ga selalu enak!

Siangnya, sanak saudara datang untuk makan siang bersama, hidangan rumahan memenuhi meja makan.. Nasi, opor ayam suwir, semur bola daging, balado udang, urap, bacem tahu tempe dan sambel.. acara makan bersama dipenuhi canda dan tawa... ohya, sebelumnya doa bersama dipanjatkan atas semua nikmat rezeki yang kami terima dan doa syukur atas kelulusan anak-anakku dari jenjang SMP dan SD mereka, dan atas keberhasilan anak-anakku diterima di sekolah yang mereka idamkan... inilah kado terindah yang aku terima di Ulang Tahunku yang ke 43.

Alhamdulillahirobbilalamin!

Selasa, 16 Februari 2010

KUE GAGAL !?!

Ga tau pikiran lagi kemana, 2 hari bikin kue koq ya gagal terus, trus aneh-nya sadar akan kesalahan pas udah telat... kenapa bentuknya kayak begini ya ?!?

Emang jam terbang ga bo'ong (kata orang)... must learn more and more and more... never give up, try and try again until it taste and looks right!

Cheese cake salah cetakkan, harusnya pake loyang bundar... ehhh malah pake loyang pie, pantesan adonan koq sisa 1/4 cup... yang lucunya pas duduk-duduk sore bareng anak-anakku, potongan pertama aku kasih si sulung... katanya: "Enak banget,Mah! Tapi besok lagi kalo bikin cheese cake agak tinggi gitu mah, kayak yang biasa kita makan di Mall." ... lahhh baru deh emaknya nyadar kalo salah pake loyang... hahahahiiiikss!

PAGI HARI
5.20 : Timbang bahan-bahan, aduk-aduk, masukin cetakkan.
5.35 : Masukin ke dalam oven, set timer 20 menit.
5.37 : Beresin meja sarapan dan bikin minuman anak-anak.
5.57 : Kriiiinggggg.... timer bunyi.
         Intip oven... WHAAAAAT!!!!
         Kenapa tu muffins kagak naik ?!?
6.00 : Gilaaaaa.. stelan oven di garis MIN.. Sebeeel !!!!
6.30 : Kids di meja makan...
         si bungsu : "Aku bawa 4 biji ke sekolah ya, Mah!"

SORE HARI
15.00 : Si bungsu pulang sekolah...
          "Kuenya sisa satu, Mah"...
          "Untuk Ade aja!"kataku ...
          "Ga ahh, ga enak!" .....hiiiiiiks!


Note :
Belum berani posting resep, apalagi kalo dapet resepnya dari temen...malu-maluin!
But I will try again...hopefully will not fail again :))

Rabu, 18 November 2009

Logo "Masak Bareng Yuuk !!!"

Whooalahhh... pelan-pelan... lama-lama ya pasti bisa! ... dan kalo malu bertanya ya ga ngerti-ngerti... ga maju-maju!

Jangan bingung dulu, ungkapan di atas adalah ungkapan kegembiraanku karena seorang teman, telah dengan baik hati memberitahuku cara untuk posting Logo " Masak Bareng Yuuk !!!".

Aku yang rada gaptek ini pengen upgrade diri dalam hal nge-blog ... lagi asik berkunjung ke blog-blog yang lain..ketemulah dengan blog " Masak Bareng Yuuk !!!". Event-event mereka sangat menarik dan terbuka untuk umum ( para blogger tentunya :) ... Mudah-mudahan akupun bisa join di event-event mereka.

Anyway, posting hari ini adalah posting penyemangat diriku... chayooo !!!

Jumat, 13 November 2009

Time goes by

Lebih dari 50 tahun yang lalu, pada awal perusahaan asing Caltex membuka explorasi-nya di wilayah Sumatra Mbah Buyut-ku sudah menjadi pegawai di perusahaan tersebut. Beliau memboyong seluruh keluarga dari tanah Jawa kesana, termasuk Ibuku dan Mbah-ku (ibu dari ibuku).
Generasiku lahir di tanah Sumatra di sebuah daerah kecil di daerah Rumbai-Pekanbaru yang bernama Bedeng. Disebut Bedeng mungkin karena daerah ini menjadi gudang Belanda pada jaman dulunya...mungkin lho!

Foto ini diambil awal tahun 1969, duduk di tengah mbah Kakung dan mbah Putri diapit oleh kakak sepupu dan abangku, aku digendong Bapakku (paling kanan) dan ibuku menggendong adik perempuanku.

Mbah Samingoen yang biasa kami panggil Mbah Kakung adalah seorang pria berdarah Bugis yang berperawakan tinggi besar, sangat ramah dan penyayang. Hobby-nya setiap hari membaca majalah Mangle (majalah berbahasa Sunda) padahal beliau tidak ada turunan Sunda-nya.

Mbah Putri adalah seorang wanita Jawa yang gesit, kuat dan pintar, terbukti walaupun bersuamikan Mbah Kakung yang berpenghasilan lumayan, beliau tetap memiliki usaha sendiri. Kiriman kain-kain panjang dari Jawa dalam waktu singkat biasanya habis terjual dengan cepat. Jarak berkilo-kilo ditempuh dengan berjalan kaki, ketika menemui teman-teman beliau. Lingkup pergaulan beliau sangat luas diantara para istri pegawai perusahaan.

Pertengahan tahun 1965, bapak dan ibuku menikah di tanah Sumatra.
Akang Kasep dari tanah Sunda mempersunting mbak Ayu dari tanah Jawa.

Tahun 1967, orangtuaku memiliki 2 orang anak.
(Aku dan Abangku)

Tahun 1968, kami bertiga meramaikan rumah orangtuaku.

My favorite picture, 1970
My big brother, me, my little sister and my little brother.

Note:
I miss Bedeng a lot!
Panggilan mbah Putri menawarkan sekepal kerak nasi yg ditaburi garam.
Bau bakaran sampah daun.
Suara ibu-ibu yang belanja pagi di warung Uda di sebelah rumah.
Pipa hitam di depan rumah Mbah tempat anak-anak bermain di dekat pohon kersen.
Dan halaman belakang rumah ibuku yg ditumbuhi 3 pohon rambutan, 2 pohon kelapa dan 1 pohon cengkeh, tempat aku dan saudaraku setiap hari bermain rumah-rumahan.
Mengingat ini semua membuatku merindukan suasana itu kembali.

Sekarang Bedeng mungkin tidak seperti dulu...mungkin semua sudah berubah, sudah lama sekali aku tidak kesana... lama sekali :(

Kamis, 05 Juni 2008

FRESH FROM THE OVEN

I put my Fresh Bread on my Quilt Table Runner


Jaman aku kecil, roti isi kelapa adalah roti favoritku yang dijual tukang roti keliling. Tapi karena ibuku tidak membiasakan untuk jajan biasanya tukang roti lebih banyak lewat didepan rumah dari pada mampirnya.

Ibuku lebih sering membuat roti sendiri. Kebayang ngadonin tepung 1 kg pakai tangan...kata anak sekarang capeeek dehh!..
Biasanya roti dipanggang sore hari dan wanginya bikin kita yang lagi main dihalaman ingin lari pulang dan langsung menyerbu dapur. Dan ibuku sudah mengatur waktu matangnya sesuai dengan jam pulang kerja bapakku yang selalu tepat jam empat lewat seperempat. Secangkir kopi dan kue2an sudah menanti beliau di meja.

Bagian yang paling aku suka adalah ketika disuruh melumuri roti yang baru keluar dari oven dengan margarin,lumernya margarin diatas roti membuatku menelan liur... Setelah permukaan roti mengkilat oleh lumeran margarin, pisaupun beraksi memotong bagian pinggir roti kira-kira 3cm..the best part of the fresh bread!
Dan dari 3bantal roti yang dibuat semuanya sudah tidak bertepi lagi...keluarga inti yang terdiri dari 6 orang ini... we only got one piece each... dari 6 potong bagian pinggir roti.


Ibuku lebih sering membuat roti tawar dan roti manis kosong daripada roti isi. Selai nenas buatan sendiri sudah dibuat dihari sebelumnya. Kadang kalau tidak ada persedian selai, olesan margarin dan taburan gula pasir jadi temannya roti.
Roti yang disediakan untuk sarapan pagi biasanya sudah dikupas kulitnya karena kami tidak ada yang suka kulit roti yang sudah mengeras. Dan ibuku selalu menyimpan potongan kulit roti itu dikulkas.

Setelah 2 atau 3 hari kemudian kulit2 roti akan disulap jadi puding roti dengan tambahan kismis atau menjadi bubur roti dengan campuran susu/santan dengan aroma kayu manis atau paling tidak jadi bagelen versi kulit ajahhh...

2hari yang lalu aku nyoba buat roti isi keju dan coklat...lumayan sukses, resep aku dapat dari box fermipan.Kalau dulu aku terkagum-kagum dengan ide ibuku memanfaatkan sisa roti, anakku sekarang terkagum-kagum juga... koq bisa sih mah gimana cara bikinnya..beneran mamah yang bikin ???

Senyum kecutku membuat suamiku tertawa...kacian dehh !!!


Minggu, 17 Februari 2008

BUAH SELATUT

Karena keterbatasan waktu dan jarak membuat aku jarang bertemu saudara-saudaraku.
Tapi kami selalu berusaha melakukan kontak, dengan kecanggihan teknologi
aku bisa telpon-telponan dengan adik perempuanku yang tinggal di Bekasi, ber-sms-an dengan adik laki-lakiku yang ada di Makassar, dan ber-chatting-ria dengan kakak laki-lakiku yang sudah hampir setahun tinggal di Aberdeen, Scotlandia.

Tapi tetap paling asik memang kalau kami berkumpul, bernostalgia tentang masa kecil kami. Kami dilahiran dan besar di Pekanbaru,Riau. Orang tua kami dulu bekerja di perusahaan minyak. Walaupun kami tinggal di kompleks perumahan perusahaan yang serba teratur, rapi dan bersih, tapi kami lebih suka bermain ke rumah sepupu yang berada di ladang (kebun) yang letaknya jauh dari jalan besar yang di kanan kiri jalanan setapaknya adalah semak.

Disepanjang jalan menuju ladang banyak yang kami lakukan, kami petik pucuk ubi (daun singkong) berikut tangkai daunnya untuk membuat kalung seperti medali, kadang kami berhenti untuk main di parit yaitu saluran air yang airnya berasal dari hutan, airnya bening dan kami suka menangkap ikan senter (ikan kecil yang dikepalanya ada titik terang seperti lampu senter) sangat sulit menangkap ikan ini karena gerakannya seperti chaplin alias cepat sekali.

Yang paling kami suka adalah memetik buah-buah liar yang kata orang tua adalah makanan ular. Pada waktu itu semua terasa enak, ada buah dari bunga sekeduduk yang membuat gigi berwarna ungu ketika memakannya dan ada buah selatut yang aku tidak tahu apa nama dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Latinnya. Aku sudah coba search di internet tapi tidak menemukannya.

Selatut ada 2 jenis, ada yang seperti tomat kecil terbungkus kelopak berbentuk lonceng, ukurannya kira-kira sebesar "leuncak". Yang satu lagi selatut yang terbungkus kelopak berbulu, isi buahnya biji-biji menyerupai buah markisa rasanya manis-manis asam.



Buah selatut berbulu ini aku temukan di Makassar, di halaman belakang rumah di Gunungsari, rumah tempat suamiku tinggal sewaktu kecil.
Jadi jika suatu hari teman-teman melihat tanaman ini dan berani mencoba-nya silahkan saja jangan takut karena anak-anakku pun telah mencoba-nya .

Untuk kakak dan adik-adikku jika kalian buka blog ini dan melihat photo diatas pasti kalian pengen makan selatut lagi kan? Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa kumpul bersama lagi...untuk bercerita seru tentang buah selatut.

Selasa, 05 Februari 2008

KUE LAPIS


















Kemarin pagi ibu mertuaku menghantar KUE LAPIS buatannya (lihat photo), aku jadi teringat kejadian waktu aku kelas 6 SD. Ibuku yang punya hobbi masak, hari itu membuat KUE LAPIS untuk kudapan sore hari.
Karena ibuku ada acara dengan ibu-ibu kompleks, maka KUE LAPIS yang sedang dikukus dititipkan ke aku & adikku untuk mematikan kompor seperempat jam kemudian.
 
Dasar anak-anak kalau sudah main lupa segalanya...1jam berlalu dan tiba-tiba bau tidak enak tercium tajam....CELAKA!! Kukusan sudah tidak berbentuk apalagi KUE LAPISnya, untungnya tidak terjadi kebakaran.
Ibuku kaget melihat KUE LAPISnya dan geleng-geleng kepala mendengar cerita kami, tapi ibuku tidak marah, aku rasa ibuku menyadari kalau Jangan pernah membiarkan anak dekat/bermain dengan api/kompor tanpa pengawasan !”


Semalam aku sms ibuku untuk meminta resep KUE LAPISnya, mungkin weekend ini aku dan anak-anak akan coba membuatnya...tapi sms jawaban dari ibuku: “ukur aja santan 3per4 loyang baru kasi bhn lain”...ibuku tidak menemukan catatan resepnya , dan ibuku sms lagi: “ di kira2 aja pasti enak lah”.
Dan jawaban yang sama aku dapatkan juga dari ibu mertuaku, "di kira-kira saja".


Kata suamiku kalau mau belajar harus berdiri didekat mereka ketika mereka masak dan harus pegang kertas&pena untuk mencatat.
Jadi sementara aku hanya bisa sharing cerita dulu, kalau Resep KUE LAPIS sudah aku dapatkan pasti aku sharing lagi.